- Kombinasi hipertensi dan kolesterol tinggi meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung koroner.
- Herbal fitobiotik, contohnya Jamtens dari seledri dan daun sirih merah, mendukung pengelolaan kondisi tersebut.
- Dokter menyarankan pengelolaan berkelanjutan melalui perubahan gaya hidup sehat dan nutrisi pendukung seperti Jamtens.
Keluhan seperti pusing, tengkuk terasa berat, dan tubuh mudah lelah dapat menjadi tanda awal meningkatnya tekanan darah, yang kerap dipicu pola hidup tidak sehat, mulai dari konsumsi garam dan makanan cepat saji berlebihan hingga kurangnya aktivitas fisik.
Keduanya menegaskan pentingnya perubahan gaya hidup sejak dini, seperti mengonsumsi suplemen berbahan alami, untuk membantu menjaga dan menstabilkan tekanan darah.
Herbal fitobiotik seperti Jamtens dinilai para dokter relevan bagi masyarakat dengan aktivitas padat, karena praktis dikonsumsi sebagai bagian dari rutinitas harian. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan solusi kesehatan yang nyaman dan berkelanjutan.
Pengelolaan hipertensi dan kolesterol dianjurkan dilakukan secara konsisten melalui gaya hidup sehat yang didukung nutrisi harian. Herbal fermentasi dengan probiotik aktif kini banyak menjadi rekomendasi sebagai pendamping alami. Jamtens hadir sebagai herbal fitobiotik yang dapat dikonsumsi secara rutin untuk membantu menjaga tekanan darah dan kolesterol tetap lebih terkontrol.
Jamtens bisa kamu dapatkan di shopee, tokopedia, tiktokshop dan lazada dengan harga Rp165.000.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut