- Kombinasi hipertensi dan kolesterol tinggi meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung koroner.
- Herbal fitobiotik, contohnya Jamtens dari seledri dan daun sirih merah, mendukung pengelolaan kondisi tersebut.
- Dokter menyarankan pengelolaan berkelanjutan melalui perubahan gaya hidup sehat dan nutrisi pendukung seperti Jamtens.
Keluhan seperti pusing, tengkuk terasa berat, dan tubuh mudah lelah dapat menjadi tanda awal meningkatnya tekanan darah, yang kerap dipicu pola hidup tidak sehat, mulai dari konsumsi garam dan makanan cepat saji berlebihan hingga kurangnya aktivitas fisik.
Keduanya menegaskan pentingnya perubahan gaya hidup sejak dini, seperti mengonsumsi suplemen berbahan alami, untuk membantu menjaga dan menstabilkan tekanan darah.
Herbal fitobiotik seperti Jamtens dinilai para dokter relevan bagi masyarakat dengan aktivitas padat, karena praktis dikonsumsi sebagai bagian dari rutinitas harian. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan solusi kesehatan yang nyaman dan berkelanjutan.
Pengelolaan hipertensi dan kolesterol dianjurkan dilakukan secara konsisten melalui gaya hidup sehat yang didukung nutrisi harian. Herbal fermentasi dengan probiotik aktif kini banyak menjadi rekomendasi sebagai pendamping alami. Jamtens hadir sebagai herbal fitobiotik yang dapat dikonsumsi secara rutin untuk membantu menjaga tekanan darah dan kolesterol tetap lebih terkontrol.
Jamtens bisa kamu dapatkan di shopee, tokopedia, tiktokshop dan lazada dengan harga Rp165.000.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!