- Kombinasi hipertensi dan kolesterol tinggi meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung koroner.
- Herbal fitobiotik, contohnya Jamtens dari seledri dan daun sirih merah, mendukung pengelolaan kondisi tersebut.
- Dokter menyarankan pengelolaan berkelanjutan melalui perubahan gaya hidup sehat dan nutrisi pendukung seperti Jamtens.
Suara.com - Tahukah kamu, kalua Hipertensi bisa menjadi "silent killer" yang perlahan merusak tubuh. Risiko akan semakin besar apabila hipertensi berjalan beriringan dengan riwayat kolesterol tinggi.
Kolesterol yang menumpuk di dinding pembuluh darah dapat menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Inilah yang membuat tekanan darah terus meningkat dan sulit dikontrol.
Kombinasi hipertensi dan kolesterol tinggi bukanlah hal sepele. Kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal, hingga meningkatkan risiko kematian secara mendadak.
Bagaimana jika kamu sudah terlanjur memiliki riwayat hipertensi dan kolesterol?
Jawabannya bukan hanya pasrah, tetapi mulai mencari solusi yang tepat dan efektif, salah satunya dengan memilih makanan, minuman sehat, dan memilih obat herbal. Dengan langkah yang tepat, risiko komplikasi dapat ditekan dan kualitas hidup pun tetap terjaga.
Peran Herbal sebagai Pendukung Alami
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, penggunaan herbal sebagai pendukung pengelolaan hipertensi dan kolesterol semakin diminati. Namun, para ahli mengingatkan bahwa herbal sebaiknya digunakan sebagai pendamping, bukan pengganti pengobatan medis.
Salah satu inovasi yang kini banyak diperbincangkan adalah herbal fitobiotik, yakni herbal yang diproses melalui fermentasi dengan probiotik aktif. Teknologi ini bertujuan membantu meningkatkan penyerapan nutrisi oleh tubuh. Salah satu produk yang terdapat herbal fitobiotik adalah Jamtens.
Kandungan Jamtens dan Manfaatnya
Baca Juga: 5 Pilihan Teh Herbal yang Ampuh Turunkan Kadar Kolesterol, Mulai dari Rp20 Ribuan
Jamtens hadir sebagai herbal fitobiotik yang diformulasikan untuk mendukung pengelolaan tekanan darah tinggi dan kolesterol. Produk ini mengombinasikan seledri dan daun sirih merah yang difermentasi menggunakan probiotik aktif.
Seledri dikenal membantu mendukung relaksasi pembuluh darah serta metabolisme lemak. Sementara itu, daun sirih merah kaya akan antioksidan yang berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah.
Proses fermentasi probiotik pada Jamtens membantu nutrisi dari bahan alami tersebut menjadi lebih mudah diserap tubuh. Dengan demikian, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan secara lebih optimal saat dikonsumsi secara rutin.
Jamtens Sudah Direkomendasikan Para Dokter
Para dokter menekankan bahwa pengelolaan hipertensi dan kolesterol perlu dilakukan secara berkelanjutan. Kombinasi gaya hidup sehat dan nutrisi pendukung dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol tetap stabil.
dr. Akhmad Haidar An Nuridy dan dr. Novita Qurrota A’ini sama-sama menekankan bahwa hipertensi kini semakin banyak dialami kelompok usia muda.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya