- Menkes Budi Gunadi Sadikin menekankan pemeriksaan kesehatan rutin merupakan kunci pencegahan penyakit bagi pekerja di Semarang, Selasa (10/2).
- Pendekatan preventif kesehatan lebih efektif; pemerintah menjamin obat gratis bagi pekerja yang terdeteksi sakit setelah pemeriksaan.
- Pemerintah Kota Semarang meraih Rekor MURI atas pemeriksaan kesehatan terintegrasi bagi 1.200 pekerja dari 53 perusahaan.
Suara.com - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan rutin adalah kunci utama pencegahan penyakit, terutama bagi para pekerja. Pesan ini ia sampaikan saat menghadiri kegiatan pemeriksaan kesehatan terintegrasi bagi pekerja di Semarang.
Menurut Budi, menjaga kesehatan seharusnya dimulai sebelum gejala muncul, bukan menunggu sampai sakit.
“Kalau ditunggu sampai sakit, nanti lebih mahal dan kualitas hidup juga lebih jelek. Tahun ini setelah dicek, kalau tidak sehat harus diobati, dan obatnya juga gratis,” ujar Menkes dalam acara yang digelar di Aula Gedung Penunjang RSUP Dr. Kariadi, Selasa (10/2).
Pernyataan tersebut menjadi sorotan utama dalam rangkaian peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang menekankan bahwa perlindungan pekerja tidak hanya soal keselamatan fisik di tempat kerja, tetapi juga kesehatan jangka panjang.
Pemeriksaan Rutin Lebih Murah daripada Mengobati
Menkes Budi menekankan bahwa pendekatan promotif dan preventif jauh lebih efektif dibanding kuratif. Dengan deteksi dini, penyakit bisa ditangani lebih cepat, biaya pengobatan lebih rendah, dan kualitas hidup pekerja tetap terjaga.
Ia juga memastikan bahwa program pemeriksaan kesehatan gratis yang digencarkan pemerintah akan diikuti dengan akses pengobatan bagi yang membutuhkan.
Pesan ini selaras dengan semangat Bulan K3, yang menempatkan kesehatan pekerja sebagai bagian penting dari produktivitas dan perlindungan tenaga kerja secara menyeluruh.
Rekor MURI dari Layanan Kesehatan Terintegrasi
Baca Juga: Ramai BPJS PBI Nonaktif, Menkes Sebut Solusi Masih Dibahas Pemerintah
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menerima penghargaan Rekor MURI atas capaian pemeriksaan kesehatan terintegrasi melalui platform Satu Sehat pada pekerja di perusahaan terbanyak dalam waktu lima hari.
Sebanyak 1.200 pekerja dari 53 perusahaan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar pada 26–30 Januari 2026. Seluruh hasil pemeriksaan tercatat dalam sistem Satu Sehat, bagian dari integrasi data kesehatan nasional.
Program ini merupakan kolaborasi antara RSUP Dr. Kariadi, Dinas Kesehatan, dan Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang.
Agustina menyebut keberhasilan tersebut sebagai hasil kerja cepat lintas sektor.
“Dalam waktu lima hari, pemeriksaan kesehatan gratis dapat menjangkau 53 perusahaan dan akhirnya tembus rekor MURI,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pesan Menkes menjadi perhatian serius Pemkot Semarang, terutama soal tindak lanjut setelah pemeriksaan.
“Pesan beliau jelas, setelah diperiksa harus ada tindak lanjut. Kalau yang bersangkutan sakit, harus segera diobati,” pungkas Agustina.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam
-
China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun
-
Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik