- Dokter Agung menggarisbawahi perlunya pemeriksaan jika sakit kepala berulang, memberat, dan tidak responsif terhadap obat.
- Jenis umum sakit kepala meliputi tegang, migrain, dan cluster; namun perubahan pola nyeri merupakan sinyal penting.
- Sakit kepala yang disertai muntah, kejang, atau perubahan perilaku memerlukan perhatian medis segera karena mungkin terkait tumor.
Suara.com - Sakit kepala merupakan keluhan yang umum dialami banyak orang. Namun, jika keluhan ini muncul berulang, semakin berat, dan tidak membaik dengan obat, kondisi tersebut perlu diwaspadai.
Dokter Spesialis Bedah Saraf Subspesialis Neurofungsional Tulang Belakang, dr. Agung Heri Wahyudi, menjelaskan bahwa tidak semua sakit kepala berbahaya, tetapi perubahan pola nyeri bisa menjadi sinyal penting adanya gangguan serius.
“Sebagian besar sakit kepala itu bersifat jinak, seperti sakit kepala tegang atau migrain. Tapi kalau frekuensinya meningkat, nyerinya makin berat, atau tidak membaik dengan obat, sebaiknya segera diperiksa,” ujar dr. Agung.
Jenis Sakit Kepala yang Umum
Menurut dr. Agung, ada beberapa jenis sakit kepala yang sering terjadi di masyarakat, di antaranya:
- Sakit kepala tegang (tension headache) yang terasa seperti kepala diikat kencang
- Migrain, dengan nyeri berdenyut di satu sisi kepala, sering disertai mual dan sensitif terhadap cahaya
- Sakit kepala cluster, yang ditandai nyeri hebat di sekitar mata dalam periode tertentu
Meski tergolong umum, masyarakat tetap perlu waspada jika muncul perubahan pola atau gejala tambahan.
Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai
Lebih lanjut, dr. Agung mengingatkan ada beberapa gejala yang tidak boleh diabaikan:
“Kalau sakit kepala disertai muntah berulang, gangguan penglihatan, kejang, atau bahkan perubahan perilaku, itu sudah masuk tanda bahaya dan harus segera diperiksakan,” jelasnya.
Baca Juga: Jadi Penyebab Kematian Terbanyak di Indonesia, Kenali Tanda Kanker Otak di Setiap Anggota Tubuh
Beberapa tanda lain yang perlu diperhatikan antara lain:
- Nyeri semakin sering dan semakin berat
- Muncul tiba-tiba dengan intensitas sangat hebat
- Membuat penderitanya terbangun dari tidur
- Disertai gangguan bicara atau kelemahan anggota tubuh
Kaitan Sakit Kepala dengan Tumor Otak
Salah satu kondisi serius yang bisa ditandai dengan sakit kepala berulang adalah tumor otak. Tumor ini merupakan pertumbuhan sel abnormal di dalam otak atau jaringan di sekitarnya.
Menurut dr. Agung, keberadaan tumor dapat meningkatkan tekanan di dalam tengkorak sehingga memicu nyeri kepala.
“Sakit kepala akibat tumor otak biasanya memiliki pola khas, seperti lebih berat di pagi hari dan semakin nyeri saat batuk atau mengejan,” ungkapnya.
Selain itu, sakit kepala jenis ini umumnya:
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia