- JEC Eye Hospitals and Clinics meraih dua Healthcare Asia Awards 2026 di Singapura pada Maret 2026.
- Penghargaan diberikan atas inisiatif penanganan mata kering terstandardisasi dan efisiensi JEC @ Tambora.
- JEC berkomitmen melanjutkan inovasi layanan kesehatan mata berstandar internasional di berbagai cabang Indonesia.
Klinik ini beroperasi di fasilitas seluas sekitar 500 meter persegi, didukung oleh 11 dokter spesialis mata dan sekitar 30 staf. Sepanjang tahun 2024, JEC @ Tambora mencatat lebih dari 35.000 kunjungan rawat jalan dan melakukan lebih dari 5.000 tindakan operasi, termasuk lebih dari 3.500 prosedur katarak.
Klinik ini juga mencatat tingkat konversi dari admisi ke tindakan operasi yang melampaui rata-rata cabang JEC Eye Hospitals and Clinics lebih dari 65%, menjadikannya yang tertinggi di antara klinik JEC Eye Hospitals and Clinics. Efisiensi ini didukung oleh sistem alur pasien yang terstruktur dan pengaturan janji temu digital.
Meski memiliki volume tindakan yang tinggi, JEC @ Tambora tetap menjaga standar keselamatan pasien dengan tingkat komplikasi yang dilaporkan sekitar 1%, mencerminkan kualitas layanan yang konsisten dan terjaga.
Komitmen Berkelanjutan pada Inovasi dan Akses Layanan
Selama lebih dari empat dekade, JEC Eye Hospitals and Clinics terus mengembangkan layanan berbasis subspesialis untuk menjawab kebutuhan pasien yang semakin kompleks. Hingga kini, JEC Eye Hospitals and Clinics telah melakukan lebih dari 250.000 operasi katarak dan 150.000 prosedur koreksi refraksi berbasis LASIK dan SMILE, menjadikannya salah satu penyedia layanan kesehatan mata paling berpengalaman di Indonesia.
JEC juga dikenal sebagai pelopor teknologi kesehatan mata di Indonesia, mulai dari menghadirkan LASIK pertama pada 1997, teknologi FLACS pada 2012, hingga SMILE PRO pada 2022. Layanan subspesialis terus diperkuat melalui berbagai pusat unggulan guna menghadirkan diagnosis yang lebih akurat dan penanganan yang komprehensif.
Lebih lanjut, Prof. Tjahjono menegaskan bahwa pengakuan ini semakin memperkuat komitmen JEC Eye Hospitals and Clinics untuk menghadirkan layanan kesehatan mata berstandar global serta memperluas akses layanan di Indonesia.
"Ke depan, JEC Eye Hospitals and Clinics akan terus berfokus pada pengembangan inovasi klinis, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta pemanfaatan teknologi medis terkini guna memastikan setiap pasien memperoleh layanan yang aman, efektif, dan berstandar internasional," tutupnya.
Memasuki usia 42 tahun dengan semangat Journey to Excellence, JEC Eye Hospitals and Clinics terus memperluas jangkauan layanan melalui 16 cabang di berbagai kota, termasuk pengembangan JEC BALI @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur sebagai pusat layanan kesehatan mata berteknologi tinggi dan international health and wellness destination. Fasilitas ini mengusung konsep Blue Hospital yang mengintegrasikan prinsip smart dan green, serta didukung teknologi medis mutakhir dan dokter subspesialis berpengalaman untuk memperkuat kontribusi Indonesia dalam ekosistem layanan kesehatan bertaraf internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya