- Pemerintah Iran mengumumkan penangkapan 14 orang dituduh mata-mata AS-Israel di empat provinsi berbeda.
- Aparat menyita barang bukti termasuk bom rakitan dan perangkat Starlink, operasi diklaim dikendalikan dari Jerman.
- Para tersangka terbagi tugas mengumpulkan data militer, berhubungan dengan media luar, dan mengirimkan koordinat kilang minyak.
Suara.com - Pemerintah Iran mengumumkan penangkapan 14 orang yang dituduh sebagai mata-mata AS-Israel.
Penangkapan dilakukan di empat provinsi berbeda dalam operasi yang diklaim sebagai upaya menggagalkan aksi teror.
Dalam pernyataannya, Kementerian Intelijen Iran menyebut para tersangka ditangkap berdasarkan perintah pengadilan.
Terduga pelaku tersebar di wilayah Kermanshah, Alborz, Fars, dan Kerman.
“Sebanyak 14 agen musuh Amerika-Zionis dan elemen kelompok teroris telah diidentifikasi dan ditangkap,” demikian pernyataan resmi pemerintah Iran seperti dilansir dari Tasnim News.
Di Kermanshah, aparat menemukan sejumlah barang bukti dari terduga pelaku.
“Disita bom rakitan dalam jumlah besar, bahan peledak, sumbu, satu pistol, dan tiga perangkat Starlink,” kata pihak intelijen.
Otoritas intelejen Iran juga mengungkap bahwa sel tersebut diduga dikendalikan dari luar negeri.
“Operasi mereka diarahkan oleh individu di Jerman untuk menyerang pusat pemerintahan dan media,” lanjut pernyataan itu.
Baca Juga: Bongkar Strategi Iran Lawan AS-Israel, Pengamat: Tak Perlu Menang, Bertahan Saja Sudah Sukses
Di provinsi Alborz, lima tersangka lain dituduh melakukan pengumpulan data sensitif.
“Mereka memotret lokasi militer dan mengirimkan informasi sebelum dan sesudah serangan kepada musuh,” ujar pihak berwenang.
Petugas juga menyita dokumen mencurigakan. “Ditemukan perintah misi palsu dan alat khusus untuk menembus pengamanan,” tambahnya.
Sementara itu, empat tersangka di Kerman disebut memiliki keterkaitan dengan media yang berbasis di luar negeri.
Terduga pelaku diduga mengirimkan lokasi aparat keamanan Iran ke jaringan tersebut.
Kasus lain terjadi di Fars, di mana satu orang ditangkap karena mengirimkan data kilang minyak.
“Elemen pengkhianat ini memberikan koordinat fasilitas vital untuk potensi serangan,” tegas Kementerian Intelijen.
Berita Terkait
-
Bongkar Strategi Iran Lawan AS-Israel, Pengamat: Tak Perlu Menang, Bertahan Saja Sudah Sukses
-
Donald Trump Klaim Ditawari Iran Jadi Ayatollah: Tapi Saya Tolak
-
Prof Yon: Indonesia Lebih Baik Mundur dari BOP Jika Hanya Jadi Bayang-bayang Amerika dan Israel
-
Israel Klaim Tewaskan Kepala Staf AL IRGC Iran di Kota Dekat Selat Hormuz
-
Bukan ke Iran! Jubir Bongkar Agenda Asli JK di Tengah Video Viral Dalam Pesawat
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi
-
Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga
-
Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya
-
KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'
-
Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!