- Kematian bayi harimau Huru dan Hara di Bandung Zoo disebabkan virus panleukopenia yang sangat mematikan bagi mereka.
- Sistem imun bayi harimau yang murni membuat mereka rentan, berbeda dengan kucing domestik yang lebih kebal terhadap virus tersebut.
- drh. Jeffry menyoroti bahwa kontak antara harimau dengan kucing domestik atau manusia adalah kesalahan fatal penanganan konservasi.
Suara.com - Kematian dua bayi harimau, Huru dan Hara di Bandung Zoo menimbulkan duka mendalam di dunia konservasi. Apalagi ternyata virus panleukopenia bisa sangat mematikan untuk bayi harimau.
Dokter Hewan drh. Jeffry Wahyudi mengatakan virus panleukopenia lebih mematikan pada bayi harimau dibanding jika menginfeksi kucing domestik.
Kondisi ini dipengaruhi faktor kekebalan tubuh bayi harimau yang cenderung 'lebih murni' dibanding kucing di pemukiman penduduk.
"Kenapa mereka (anak harimau) rentan, lalu peluang survive-nya kecil karena secara sitem imun mereka sangat murni beda dengan kucing domestik," ujar drh. Jeffry kepada Suara.com, Jumat (27/3/2026).
Kekebalan tubuh harimau yang cenderung murni ini, membuat hewan ini rentan terhadap virus panleukopenia bahkan untuk strain virus umum sekalipun.
Sedangkan kucing domestik biasanya sudah terpapar virus panleukopenia strain umum sehingga tubuh mereka lebih kebal.
Bahkan saking bahayanya virus ini untuk anak harimau, drh. Jeffry memperkirakan bisa menyebabkan kematian dalam waktu 24 jam.
Apalagi gejala infeksi panleukopenia yang terjadi pada harimau serupa dengan kucing, yaitu muntah, diare, lemas hingga kematian.
Namun drh. Jeffry mengingatkan umumnya gejala panleukopenia pada kucing baru akan timbul 4 hari setelah terinfeksi.
Baca Juga: Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
Namun pada hewan liar seperti harimau, ia memperkirakan gejala akan langsung terlihat 1 hingga 2 hari setelah terinfeksi.
"Khusus untuk satwa liar kayak harimau, aku rasa gejala langsung terlihat 1 hingga 2 hari, untuk hari ke-3 bisa menimbulkan kematian. Untuk anakan harimau, mungkin 24 jam," ungkap drh. Jeffry.
Dokter hewan yang pernah terlibat dalam lembaga konservasi Eye on Aceh (EOA) Australia untuk investigasi satwa liar dan Fauna & Flora International (FFI) untuk konservasi gajah ini mengingatkan, kematian dua bayi harimau di Bandung Zoo ini seharusnya jadi cambukan keras agar pihak konvervasi berbenah.
Apalagi manusia dan seperti kucing bisa jadi carrier atau pembawa virus panleukopenia tanpa gejala.
Sehingga adanya pertemuan kucing dengan harimau adalah kesalahan besar di area konservasi. Apalagi panleukopenia juga bisa menular melalui udara.
"Kucing domestik memiliki sifat carrier karena mudah tepapar panleukopenia. Nah, harimau dengan kemurnian imunnya tentu tidaknsama respon dengan kucing domestik. Jadi strain panleukopenia sedehana saja akan berakibat fatal," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?