Suara.com - Ikan sapu-sapu sering dianggap sebagai ikan pembersih yang hidup di perairan kotor seperti sungai atau selokan. Di beberapa daerah, ikan ini juga dikonsumsi karena mudah didapat dan harganya relatif murah.
Di sisi lain, beredar berbagai anggapan bahwa ikan ini memiliki manfaat tertentu bagi kesehatan, meskipun klaim tersebut belum memiliki dukungan ilmiah yang memadai.
Akhir-akhir ini, ikan sapu-sapu banyak dibasmi di sejumlah wilayah karena dinilai berbahaya bagi ekosistem. Ikan ini termasuk spesies invasif yang mampu berkembang biak dengan cepat dan mendominasi perairan, sehingga mengganggu keseimbangan populasi ikan lokal.
Selain itu, kebiasaannya hidup di dasar perairan yang cenderung kotor turut menambah kekhawatiran terhadap kelayakannya untuk dikonsumsi.
Munculnya narasi bahwa ikan sapu-sapu banyak dijadikan bahan makanan seperti somay membuat banyak orang khawatir. Ditambah lagi, ikan sapu sapu ini banyak disebut memiliki tekstur yang kenyal sehingga dianggap cocok sebagai bahan baku somay.
Kondisi habitat ikan sapu-sapu yang sering berada di perairan tercemar menjadi perhatian dalam aspek kesehatan. Beberapa penelitian dan pengamatan menunjukkan adanya potensi kandungan logam berat, bakteri, serta parasit pada ikan yang hidup di lingkungan tersebut.
Oleh karena itu, konsumsi ikan sapu-sapu dikaitkan dengan sejumlah risiko kesehatan yang perlu diketahui.
Berikut ini 7 risiko kesehatan yang dikaitkan dengan konsumsi ikan sapu-sapu, seperti telah Suara.com rangkum dari Halodoc:
1. Paparan Logam Berat
Baca Juga: Misteri Ikan Sapu-Sapu yang Tak Pernah Habis Dibasmi, Ternyata Biang Keroknya Kita Sendiri?
Ikan sapu-sapu hidup di dasar perairan yang berpotensi terkontaminasi limbah industri dan rumah tangga. Lingkungan tersebut dapat mengandung logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium. Logam berat yang masuk ke dalam tubuh dapat terakumulasi dan berdampak pada sistem saraf, ginjal, serta perkembangan tubuh.
2. Kontaminasi Bakteri
Habitat yang kotor memungkinkan ikan sapu-sapu terpapar berbagai bakteri, seperti E. coli dan Salmonella. Jika proses pengolahan tidak higienis atau tidak dimasak hingga matang, bakteri tersebut dapat menyebabkan gangguan pencernaan, termasuk diare dan muntah.
3. Adanya Parasit
Ikan yang hidup di perairan tercemar berpotensi membawa parasit. Parasit dapat bertahan jika proses memasak tidak dilakukan dengan suhu yang cukup. Infeksi parasit dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti nyeri perut dan gangguan penyerapan nutrisi.
4. Kandungan Nutrisi yang Belum Jelas
Berita Terkait
-
Misteri Ikan Sapu-Sapu yang Tak Pernah Habis Dibasmi, Ternyata Biang Keroknya Kita Sendiri?
-
Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!
-
Pemkot Jakpus Bersihkan Ikan Sapu-sapu Perusak Turap di Kali Cideng
-
Siomay Sapu-Sapu: Antara Kreativitas Kuliner dan "Jebakan Batman" Kesehatan
-
Suara dari Sungai Ciliwung: Ketika Warga Menggantikan Peran Negara
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan