Obesitas di Indonesia Disebut Masuk 4 Besar Dunia, Wamenkes Dante: Ini Bukan Lagi Soal Penampilan

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:43 WIB
Ilustrasi obesitas di Indonesia. (Freepik/subinpumsom)
  • Wamenkes Dante sebut kasus obesitas di Indonesia capai 23,4 persen.

  • Indonesia menduduki peringkat keempat kasus obesitas terbanyak di dunia.

  • Obesitas merupakan penyakit serius yang memicu diabetes hingga serangan jantung.

Suara.com - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Prof. Dante Saksono Harbuwono tegas mengatakan obesitas bukan perkara penampilan atau gaya hidup, melainkan merupakan sebuah penyakit.

Bahkan Wamenkes Dante menyebut jumlah orang dengan kelebihan berat badan terus meningkat di Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar 1 dari 4 orang di Indonesia mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

"Orang yang kelebihan berat badan di Indonesia itu 1 dari 4. Dari angka SKI yang baru, itu angka obesitas di Indonesia ini 23,4 persen," ujar Wamenkes Dante saat kampanye edukasi kesehatan Berani Bicara Berat yang digagas PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), Jumat (14/8/2026).

Tingginya angka obesitas juga menunjukkan Indonesia menghadapi kesenjangan, lantaran masih tingginya masalah kekurangan gizi hingga stunting di Tanah Air. Kondisi inilah yang menurut Wamenkes Dante disebut sebagai double burden.

"Jadi kita mempunyai double burden. Satu sisi kita mengalami something, satu sisi kita mengalami kelebihan berat badan," jelasnya.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Prof. Dante Saksono Harbuwono saat kampanye edukasi kesehatan Berani Bicara Berat yang digagas PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), Jumat (14/8/2026). [Suara.com/Dini Afrianti]

Wamenkes Dante menambahkan, kondisi obesitas bukan hanya dialami orang dewasa, tetapi juga anak-anak hingga lanjut usia (lansia). Mirisnya, obesitas bisa memperparah kondisi seseorang karena menyebabkan resistensi insulin yang dapat berkembang menjadi diabetes.

Selain itu, obesitas juga bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi alias hipertensi, kenaikan kadar kolesterol, kelainan pembuluh darah, gangguan ginjal, stroke, dan penyakit jantung. Fakta ini juga menjadi alasan obesitas kerap disebut sebagai salah satu faktor pemicu berbagai penyakit.

"Teman-teman sekalian, angka obesitas tadi hampir di seluruh dunia naik, paling besar (angka obesitas) di Amerika, nomor dua di Meksiko, nomor tiga di Inggris (UK)," paparnya.

"Di Indonesia 23,4 persen, itu sudah hampir mendekati UK. Bahkan apabila UK 23 persen, jadi 23,4 persen (obesitas Indonesia), kita mungkin di angka nomor tiga. Nomor empat, di seluruh dunia, itu angka obesitas di kita," sambung Wamenkes Dante.

Dari sederet fakta ini, Wamenkes yang juga guru besar sekaligus ahli metabolisme, endokrin, dan diabetes itu mengingatkan masyarakat untuk berani membicarakan berat badan karena obesitas merupakan penyakit yang membutuhkan penanganan multidisiplin.

"Ada perspektif lain soal berat ini yang tidak berhubungan dengan penampilan saja. Saya ingin bicara bahwa obesity is a disease, jadi berat badan itu adalah bagian dari penyakit," pungkas Wamenkes Dante.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com