Indotnesia – Pandemi menyebabkan perubahan drastis pada setiap lini kehidupan masyarakat, termasuk rekreasi.
Istilah “staycation” pun dipakai untuk tetap bisa piknik di kala pandemi. Staycation, gabungan dari kata dalam Bahasa Inggris berupa “Stay” dan “Vacation”, menjadi salah satu cara refreshing di kala pandemi, meski hanya sekadar menginap di hotel atau homestay disekitar tempat tinggal.
Sebagai surganya wisata, Yogyakarta jadi salah satu kota dengan banyak pilihan penginapan. Kali ini, tim Indotnesia staycation di Djojosoewito Homestay.
Terletak di Gang Kenanga, Jalan Kembaran RT 2, Kembaran, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Djojosoewito Homestay menawarkan sensasi menginap ala zaman Majapahit, tapi dengan sentuhan modern.
Akses ke sini masih bisa dilewati mobil ukuran sedang dan tersedia halaman parkir yang luas untuk menampung kendaraan. Sebelum masuk ke hotel, Djojosoewito Homestay menerapkan sejumlah protokol kesehatan Covid-19 dengan mewajibkan tamu untuk cek suhu dan cuci tangan.
Kesan pertama yang menonjol dari penginapan ini adalah kesederhanaan, seperti berada di rumah mbah kakung dan mbah putri yang berada di desa. Dinding batu bata merah dengan jendela dan pintu kayu membuat kesan jadulnya semakin kuat.
Banyak pohon dan tanaman hijau membuat suasana begitu sejuk Untuk kamar, tim Indotnesia memilih Kamar Djojo 2 yang berisi dua kasur tipe single, kamar mandi dalam, dan dapur mini dengan wastafel.
Sebagai catatan, Djojosoewito Homestay tidak menyediakan kamar ber-AC, hanya kipas angin. Tapi, jangan khawatir karena udara di sini lumayan sejuk, jadi nggak perlu pendingin ruangan.
Menariknya, pihak homestay akan menyediakan aneka jajanan pasar tradisional jika para tamu menginap lebih dari dua malam.
Selain penginapan, ternyata ada kegiatan asyik lainnya yang ditawarkan, yaitu seperti paket wisata outbond, birdwatching, menanam pohon, susur sungai dengan perahu, dan seni panah tradisional atau jemparingan.
Susur Sungai
Sebelum menyusuri sungai, pengelola menyediakan jaket pelampung untuk keamanan agar digunakan oleh pengunjung. Saat menyusur sungai dengan perahu karet, pengunjung bakal disuguhkan pemandangan ala Sungai Amazon dengan deretan pohon besar di pinggiran sungai. Suasana semakin menenangkan saat melihat pohon-pohon dengan sulur yang bergelantungan, mendengar suara arus sungai dan nyanyian burung, serta menatap sinar sang surya yang menembus celah ranting pohon.
Jemparingan
Namanya memang terkesan asing, tapi kegiatan ini sama sekali enggak asing kok. Jemparingan atau seni panah tradisional juga ditawarkan oleh Djojosoewito Homestay untuk para tamunya.
Belum pernah memanah? Nggak usah bingung. Pengunjung akan dibimbing langsung oleh pelatih dari Paguyuban Panahan Tirto Kembaran.
Kegiatan lain
Djojosoewito Homestay juga menawarkan aktivitas lain yang sayang untuk dilewatkan, seperti kursus membatik, kayak, trekking, cycling, camping, eco-printing, membaca di perpustakaan, dan storytelling.
Warga setempat juga terlibat dalam pengelolaan fasilitas tersebut karena rencananya lokasi itu akan dijadikan desa wisata bernama Kembaran Ekowisata.
Tag
Berita Terkait
-
Mengintip Surga Laptop Second Jogja yang Jadi Penyelamat Mahasiswa Rantau
-
Viral Ajudan Danrem Lari Tanpa BIB di Jogja Marathon, Korem 072 Sebut Nomor Diduga Terlepas
-
Info Pemadaman Listrik Jogja Hari Ini, Sabtu 20 Juni 2026: Wilayah Gunungkidul Mati Lampu 3 Jam
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
ARTJOG 2026 Libatkan Seniman Anak hingga Internasional, Usung Semangat Regenerasi Berkesenian
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Menggugat Stigma Panti Jompo dan Makna Berbakti
-
Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?
-
Rumah Warga di Benhil Jakpus Hancur Gegara Tanah Longsor, Begini Penampakannya
-
Comeback Sensasional Afrika Selatan: Resmi Lolos 32 Besar Pertama Kalinya
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan
-
Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG yang Tahan Lama dan Tidak Kering, Lengkap dengan Review Pengguna
-
Misi Mustahil: Saat Negara Kecil Berpenduduk 500 Ribu Jiwa Siap Guncang Argentina di Piala Dunia
-
5 Serum Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Lengkap dengan Review
-
Koneksi dan Loyalitas Jadi Jalan Pintas, Apa Kabar Meritokrasi?
-
Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo