Indotnesia - Ilmuwan dari The Ohio State University yang tergabung dalam Tara Oceans Consortium, telah menyelesaikan penelitian analisis air laut dari seluruh dunia. Berdasarkan hasil penelitian, mereka menemukan sekitar 5.000 spesies virus RNA baru di bawah laut
Para peneliti dari proyek global untuk mempelajari dampak perubahan iklim di lautan itu menyebut, dari 35.000 sampel air yang diambil di 121 lokasi di kelima lautan dunia, mereka mengambil sampel virus RNA atau virus yang memiliki RNA (asam ribonukleat) sebagai materi genetiknya.
Sejumlah virus RNA yang telah dikenal sejauh ini diantaranya adalah virus corona penyebab Covid-19, Influenza, dan Ebola.
Sedangkan virus yang baru ditemukan di lautan, memiliki keragaman yang besar. Oleh karena itu, peneliti mengusulkan agar jumlah taksonomi yang dibutuhkan untuk mengklasifikasikan virus RNA digandakan dari 5 filum menjadi 10 filum.
“Ada begitu banyak keragaman baru virus yang ditemukan dan seluruh filum baru ditemukan di seluruh lautan, menunjukkan mereka penting secara ekologis,” ungkap Matthew Sullivan, salah satu peneliti sekaligus profesor mikrobiologi, dikutip dari Suara.com pada Rabu (4/5/2022).
Filum adalah tingkatan klasifikasi organisme yang dalam biologi diurutkan mulai dari subfilum, kelas, ordo, famili, genus, dan spesies.
Sejumlah peneliti menyebut virus RNA jarang dipelajari dibandingkan dengan virus DNA yang menggunakan DNA sebagai materi genetiknya. Apalagi kecenderungan peneliti lebih fokus melakukan penelitian virus RNA pada virus yang menyebabkan penyakit.
Berdasarkan penemuan tersebut, virus RNA yang sebelumnya telah teridentifikasi hanyalah ‘bagian kecil’ dari jumlah total virus RNA di Bumi. Sedangkan ribuan virus RNA baru yang belum lama ini ditemukan oleh peneliti, masih perlu dipelajari lagi terutama terkait keberadaannya yang dapat menular ke manusia atau tidak.
“Kami ingin mempelajarinya (virus RNA) secara sistematis dalam skala yang sangat besar dan menjelajahi lingkungan yang belum pernah dilihat secara mendalam,” kata Sullivan, seperti dikutip dari Suara.com
Hasil penelitian yang diidentifikasi dengan analisis machine learning dan pohon evolusi tradisional tersebut, menemukan spesies virus RNA baru yang termasuk dalam lima filum lama, serta lima filum yang baru akan diusulkan.
Lima filum baru yang ditemukan oleh peneliti yaitu Taraviricota, Pomiviricota, Paraxenoviricota, Warnoviricota, dan Activiricota. Dari sejumlah filum tersebut, spesies virus dalam filum Taraviricota ditemukan banyak muncul di perairan beriklim sedang dan tropis. Sementara virus dalam filum Arctiviricota banyak muncul di Samudra Arktik.
Meski karakteristik virus RNA baru di lautan belum semuanya dapat teridentifikasi, memahami evolusi sekaligus mutasinya dapat memberikan pemahaman lebih baik untuk meminimalisir munculnya virus baru yang dapat membahayakan manusia.
Berita Terkait
-
Canggih, Lampu Kabin Mobil Hyundai Bisa Musnahkan Bakteri: Begini Cara Kerjanya
-
Tragedi Ebola Kongo: Disangka Virus Hoaks Hingga Kehilangan Seluruh Keluarga
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Rumah Sakit Ebola di Kongo Dibakar Keluarga Pasien Terjangkit, Dilarang Bawa Jenazah Keluar RS
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Tengah Malam, Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,2
-
5 Merek Pengharum Ruangan Terbaik 2026, Cocok Buat Rumah dan Kantor
-
Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi
-
Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
-
OJK Siapkan Dua Regulasi Baru untuk Dukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Otoritas Jasa Keu
-
5 Mobil Terlaris 2026 Januari hingga Juli Kategori EV: Ini Rajanya
-
Jusuf Kalla Soroti Kerusuhan di Aceh, Minta Masyarakat Jaga Perdamaian Helsinki
-
Unhas Pecat Mahasiswa Kehutanan Pelaku Pelecehan Seksual
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman