- Dharma Pongrekun mengkritik respons pemerintah Indonesia terhadap isu virus Nipah dinilai lemah secara politik dan moral.
- Dharma menganggap pemerintah terlalu reaktif mengikuti narasi global tanpa berani membuka ruang untuk menguji kebenaran.
- Mantan perwira polisi tersebut meyakini isu kesehatan seperti Covid-19 dan Nipah adalah instrumen kekuasaan.
Suara.com - Tokoh politik dan mantan perwira tinggi polisi Dharma Pongrekun mengkritik tata cara pemerintah RI dalam menghadapi isu virus Nipah yang saat ini masih beredar di beberapa negara dan menjadi perhatian global.
Menurutnya, langkah pemerintah Indonesia saat ini tidak berdaulat dan sangat lemah secara politik maupun moral.
“Pemerintah kita lebih terlihat sebagai pengikut alarm global daripada pengambil keputusan yang berdiri di atas kepentingan rakyatnya sendiri,” kata Dharma kepada suara.com, dihubungi Senin (9/2/2026).
Dharma yang dahulu juga menyebut Pandemi Covid-19 sebagai buatan elit global itu kini turut menyatakan kalau virus nipah pun termasuk dalam ‘permainan’ yang sama. Dia tetap meyakini bahwa Covid-19 masih menjadi kejahatan kemanusiaan terbesar abad ini yang dilakukan dengan menggunakan isu kesehatan sebagai alat legitimasi.
“Bukan semata karena virusnya, tetapi karena cara ketakutan diproduksi, kebijakan ekstrem dipaksakan, dan pertanggungjawaban kemudian ditutup rapat,” ujarnya.
Pernyataannya yang dulu sempat dinilai hoaks hingga teori konspirasi, menurutnya kini mulai terbuka ke ruang publik. Salah satunya melalui beredarnya Epstein File yang tertulis di dalamnya kalau pandemi covid-19 telah direncanakan beberapa tahun sebelumnya.
“Fakta bahwa dokumen itu bisa dibuka bukan oleh media, tetapi melalui mekanisme negara, presiden, parlemen, yudikatif, legislatif, dan lembaga investigasi negara adidaya, menunjukkan satu hal penting bahwa kebenaran sering kali ditahan, lalu dibuka hanya ketika sistem itu sendiri mengizinkan,” katanya.
Dari kejadian tersebut, Dharma merasa publik terlalu naif jika masih diminta percaya bahwa tata kelola Covid-19, juga saat ini beredarnya virus nipah, tidak ada kepentingan yang menyertainya,
“Isu kesehatan telah terbukti bisa digunakan sebagai instrumen kekuasaan, dan Covid adalah preseden paling brutalnya. Karena itu, ketika pemerintah Indonesia hari ini kembali merespons isu virus dengan pola lama, cepat, reaktif, mengikuti narasi global, tanpa keberanian membuka ruang tanya, saya melihat potensi pengulangan kejahatan tata kelola yang sama, hanya dengan nama virus yang berbeda,” tuturnya.
Baca Juga: Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon
Menurutnya, kehati-hatian yang sejati bukan berarti ikut panik lebih cepat. Kehati-hatian yang sejati adalah berani menunda kesimpulan, menahan kebijakan, dan membuka ruang uji sampai bukti benar-benar layak dipercaya, bukan sekadar layak diberitakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
Bongkar Sindikat Narkoba di Jakarta, Polisi Sita 450 Ekstasi dan 66,5 Gram Sabu
-
Green Media Network Dideklarasikan, Pers Bersatu untuk Isu Lingkungan
-
Eksekusi Hotel Sultan Tinggal Menghitung Hari, Karyawan dan Penyewa Diminta Tenang
-
Soal Pembangunan Gedung MUI di Bundaran HI, Golkar: Itu Kebutuhan Strategis, Bukan Kemewahan
-
Link Simulasi Soal TKA 2026 dan Panduan Lengkap Terbaru
-
HPN 2026, Polda Metro Jaya Soroti Bahaya Framing Medsos
-
BGN Paparkan Mekanisme Pelaksanaan MBG Selama Ramadan
-
Dharma Pongrekun Soal Virus Nipah: Setiap Wabah Baru Selalu Datang dengan Kepentingan
-
Di Persidangan, Noel Sebut Purbaya Yudhi Sadewa 'Tinggal Sejengkal' ke KPK
-
Rano Karno Ungkap Alasan Jalan Berlubang di Jakarta Belum Tertangani Maksimal