Indotnesia - Sebuah video viral beredar di China menunjukkan petugas memasukkan alat tes PCR ke ikan-ikan hidup hasil tangkapan nelayan. Peristiwa tersebut terjadi di Xiamen, sebuah destinasi wisata yang terkenal di Provinsi Fujian.
Melansir South China Morning Post, Kamis (18/8/2022), tindakan tersebut merupakan langkah pemerintah setempat untuk mencegah penyebaran virus corona varian omicron.
Tes PCR itu dilakukan kepada nelayan yang selesai menangkap ikan. Uniknya, tes PCR juga diberlakukan kepada ikan-ikan hasil tangkapan mereka.
Staf dari Pengembangan Kelautan Kota Xiamen menjelaskan alasan kenapa ikan-ikan tersebut harus melewati tes PCR.
"Bukan kami saja yang melakukan ini. Kami mengambil pelajaran dari Hainan, yang mengalami wabah serius," ucapnya kepada SCMP.
"Di sana (Hainan) kemungkinan dipicu oleh transaksi produk laut antara nelayan setempat dan hasil laut mereka," imbuhnya.
Dalam video tersebut nampak petugas medis dengan APD (Alat Pelindung Diri) mengusapkan alat tes PCR ke ikan dan kepiting. Hasil laut itu masih dalam keadaan hidup.
Laporan BBC menyebutkan, dalam beberapa pekan terakhir, komite distrik Pengendalian Pandemi Maritim Jimei di Xiamen telah mengeluarkan aturan khusus.
Aturan tersebut mewajibkan nelayan yang kembali setelah melaut harus dites PCR, begitu pula dengan hasil lautnya seperti ikan, kepiting, dan sebagainya.
Baca Juga: Jangan Disepelekan, Kenali Penyakit Kusta yang Dapat Menular
Video viral ikan dites PCR itu lantas mendapat beragam komentar dari warganet.
"Tidak semua hal yang bisa dilakukan, harus dilakukan," tulis TwiddyBird di Twitter.
"Total paranoia," kicau OleOle.
Tercatat ada lebih dari 10.000 kasus sejak awal Agustus ini di wilayah pesisir di Provinsi Hainan. Pemerintah setempat meyakini wabah tersebut kemungkinan berasal dari nelayan.
Pasalnya, wabah Covid-19 pertama kali di dunia berasal dari pasar hewan dan seafood hidup di sebuah pasar di kota Wuhan. Meski tidak mungkin seafood menjadi inang dari virus ini.
Namun, banyak kasus Covid-19 dikaitkan dengan pekerja pelabuhan, yakni mereka yang menangani peti kemas dingin dan seafood, termasuk pasar nelayan.
Pada Juni 2020, sempat muncul satu wabah yang berkaitan dengan ikan salmon di Beijing. Virus corona terdeteksi pada talenan yang dipakai untuk memotong salmon impor.
Hal tersebut menyebabkan restoran dan supermarket menarik peredaran salmon, dan impor pun akhirnya dihentikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Gebrakan Anti-Rasuah Berbuah Manis, 4 PD Pemkot Surabaya Terima Predikat WBK
-
Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
-
Meta Geser Fokus ke Mobile: Horizon Worlds Tinggalkan VR, Siap Tantang Roblox dan Fortnite?
-
Cara Unik Igor Tudor Jelang Derby London Melawan Arsenal, Ajak Pemain Spurs Makan Malam
-
HP Compact Flagship 2026 Makin Digemari di Indonesia, Berkat Performa Gahar dan Desain Ergonomis
-
5 Fakta Viral Sound Horeg di Mojokerto Diprotes: Rusak Rumah Warga, Musik dari Sore Sampai Subuh
-
Perjalanan Spiritual Rekan Cristiano Ronaldo Menjadi Mualaf di Bulan Ramadan 2026
-
9 Menu Sahur Sat-Set tapi Tetap Sehat untuk Ibu Hamil, Kaya Protein dan Serat!
-
Juventus Alami 3 Kekalahan, Spalletti: Menang Lawan Como Jadi Harga Mati!
-
Selamat! Zaskia Sungkar Melahirkan Anak Kedua, Ini Nama Indah Sang Buah Hati