Indotnesia - Beberapa waktu lalu, situs Quora Indonesia membahas tentang kandungan dalam makanan atau minuman kemasan. Ini bukan tentang lemak dan kalori, tapi kandungan jahat lainnya yakni gula.
Pemanis satu ini memang berjuluk Silent Killer. Gula ada di setiap makanan dan minuman yang kita konsumsi.
Namun, pada makanan dan minuman kemasan, jumlahnya sangat tinggi, bahkan bisa melebihi kebutuhan harian gula orang dewasa setiap harinya.
“Sekali makan snack itu kita makan 21 gram gula… Makan gula 21 gram x 2 =42 gram. Padahal snack beginian biasanya habis dalam sekali makan,” tulis Prasasty Dinakandhi di Quora.
Snack yang ia maksud adalah kudapan cokelat dengan crispy di dalam. Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan diabetes, di mana orang dengan diabetes tipe 2 biasanya tidak menunjukkan gejala pada awalnya.
Lalu, kenapa gula bisa disebut sebagai “Silent Killer” atau pembunuh diam-diam? Berikut 5 fakta tentang gula, seperti yang dikutip dari Huffpost dam The Time:
1. Gula merusak jantung
Penelitian pada 2013 yang diterbitkan di Journal of American Heart Association membuktikan gula dapat mempengaruhi mekanisme pemompaan jantung sehingga meningkatkan risiko gagal jantung.
Molekul dari gula (dan juga pati) yakni glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6P) dapat mengubah protein otot jantung. Perubahan tersebut dapat menyebabkan gagal jantung.
Baca Juga: Buntut Kasus Suap Dosen Unila, Jalur Mandiri PTN Bakal Dihapus?
2. Gula memicu timbulnya lemak perut
Lemak perut ini sebenarnya adalah lemak visceral yang menumpuk di sekitar organ vital, seperti hati, pankreas, dan usus. Lemak ini susah untuk dihilangkan.
Lemak perut berbahaya karena termasuk faktor risiko penyakit jantung dan diabetes. Penelitian Framingham Heart Study pada 2016 menunjukkan semakin banyak konsumsi minuman manis, maka dapat meningkatkan lemak visceral.
3. Gula melemahkan kekuatan otak
Sebuah riset pada 2009 menunjukkan hubungan positif antara konsumsi glukosa dan penuaan sel, yang menyebabkan keriput hingga penyakit kronis.
Penuaan otak juga dapat dipicu oleh konsumsi gula berlebih. Penelitian pada 2012 menemukan efek dari konsumsi gula berlebih terhadap otak, yakni defisiensi memori dan kesehatan kognitif secara keseluruhan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Pelatih Paraguay Serang FIFA: Piala Dunia 2026 Hanya untuk Orang Kaya Esensi Hilang
-
Pengakuan Jujur Lionel Messi Usai Menyandang Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Argentina Hajar Austria: Lionel Messi 18 Gol Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Dari Persia Kuno! Isi Lengkap Surat Timnas Iran, Kirim Pesan Damai untuk Dunia
-
Kylian Mbappe: Jujur, Lionel Messi Pemain Terbaik Dunia
-
Ilmu Lagi Aje dari Gue! Viking Row Suporter Norwegia Berakar dari Konser Metal
-
Praktik Sihir di Piala Dunia: Dulu Cristiano Ronaldo Kini Harry Kane Jadi Target
-
Lalui Perjalanan Darat 10 Bulan Sejauh 17 Ribu Km, Tiga Orang Ini Akhirnya Bisa Nonton Messi
-
Lionel Messi Sah Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah