Indotnesia - Belum lama ini seorang gadis 16 tahun lewat akun TikTok pribadinya @belva.faristha membagikan sebuah unggahan video saat dirinya sulit mengendalikan tubuhnya.
Bukan tanpa sebab, gadis tersebut menjelaskan bahwa suara dan gerakan tubuh yang ia lakukan dalam video merupakan akibat dari sindrom tourette, sehingga membuatnya akan refleks melakukan gerakan serta suara-suara yang tanpa disadari dilakukannya secara berulang.
Belva juga menjelaskan bahwa dirinya mengidap sindrom tourette saat usianya 16 tahun dan baru saja terjadi sekitar dua bulan lalu.
Hampir mirip dengan perilaku latah, sebenarnya apa itu sindrom tourette serta gejala dan bagaimana cara mengatasinya?
Mengenal Sindrom Tourette
Sindrom tourette adalah gangguan neurologis yang memengaruhi otak dan saraf, sehingga melibatkan gangguan seperti gerakan berulang maupun suara yang tidak diinginkan atau dikenal dengan istilah tics.
Tics pada penderita sindrom tourette tidak dapat dikontrol dengan mudah. Refleks gerakannya pun berbeda, bisa seperti mengedipkan mata, mengeluarkan suara yang tidak biasa, hingga sering mengangkat bahu.
Adapun tics dikategorikan dalam dua jenis, yaitu:
1) Tics sederhana, memiliki gerakan tubuh yang tiba-tiba, singkat, dan berulang dengan melibatkan kelompok otot yang terbatas.
2) Tics kompleks, memiliki gerakan yang berbeda dan terkoordinasi dengan melibatkan beberapa kelompok otot.
Baca Juga: Mengenal Skrining Hipotiroid Kongenital yang Wajib Dijalani Bayi Baru Lahir
Selain itu, tics juga dapat melibatkan gerakan motorik atau suara. Umumnya, gerakan motorik dimulai sebelum tics suara terjadi.
Hingga kini, ilmuwan dan para dokter belum mengetahui penyebab bagaimana seseorang dapat menderita sindrom tourette.
Walau begitu, penelitian menunjukkan bahwa sindrom tourette terjadi karena adanya kondisi genetik yang diturunkan melalui gen, seperti hubungan orang tua ke anak.
Dilansir dari Center for Disease Control and Prevention, pada umumnya gejala sindrom tourette dimulai ketika seorang anak berusia 5 hingga 10 tahun.
Gejala pertama yang biasanya sering muncul adalah tics motorik, terjadi di area kepala dan leher. Gejala ini juga bisa menjadi lebih buruk pada saat seorang penderita mengalami suasana menegangkan atau menggairahkan.
Tag
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Piala Dunia 2026 Bisa Jadi 'Neraka Dunia': Suhu Panas Bisa Tembus 43 Derajat
-
Sinopsis Your Own Quiz, Film Misteri Jepang Dibintangi Tomoya Nakamura
-
AHY Tegur Keras Pejabat yang 'Ngeloyor' Pergi saat Dirinya Berbicara: 'Anda Dengarkan Saya Dulu!
-
Masuk Grup Neraka, PSSI Optimis Timnas Indonesia Punya Peluang di Piala Asia 2026
-
Berapa Hadiah Pemenang Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI? Ini Rincian Lengkapnya
-
Jannik Sinner Samai Rekor Djokovic di Masters 1000, Tembus 30 Kemenangan Beruntun
-
Pastor Bethlehem Bongkar Ancaman Israel: Umat Kristen Palestina Akan Dibinasakan pada 2050
-
Shafeea Di-bully Akibat Postingan Terkait Maia, Ahmad Dhani: Mereka Dungu dan Pelacur Konten
-
Mobil Terlaris Indonesia 2026: Kejutan Besar Merek China, Nasib Honda yang Tertekan di Bulan April
-
Diego Simeone Bangga Atletico Madrid Dua Kali Singkirkan Barcelona