/
Jum'at, 02 September 2022 | 16:25 WIB
Ilustrasi penderita sindrom tourette. (Freepik/ DCStudio)

Gejala tics pada penderita sindrom tourette umumnya akan membaik ketika mereka berada dalam situasi tentang atau fokus pada suatu aktivitas.

Setiap gejala tics yang dialami oleh penderita sindrom tourette akan berbeda dan banyak berubah dari waktu ke waktu.

Dalam sejumlah kasus, tics akan berkurang selama masa remaja dan dewasa awal. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa keadaan tersebut justru dapat menjadi lebih buruk saat dewasa.

Cara Mengatasi Sindrom Tourette

Jika gejala tics tidak mengganggu kehidupan sehari-hari, biasanya penderita sindrom tourette tidak memerlukan perawatan apapun.

Namun, akan berbeda jika tics menyebabkan rasa sakit atau cedera sekaligus mengganggu kegiatan sehari-hari, dianjurkan untuk menjalani pengobatan dan perawatan.

Umumnya, obat-obatan yang digunakan bagi penderita sindrom tourette adalah jenis psikotik yang bertujuan menurunkan kadar dopamin pada otak sehingga bisa mengontrol tics.

Selain itu, ada pula perawatan berupa botox untuk meredakan gejala yang melibatkan otot. Stimulan seperti methylphenidate juga berguna dalam mengatasi gejala ADHD atau gejala gangguan mental sulit fokus pada pengidap sindrom tourette.

Itulah pengertian, gejala, dan cara mengatasi sindrom tourette. Jika kamu merasa memiliki gejala serupa, segera lakukan konsultasi dengan dokter dan jalani pengobatan agar penyakit tersebut tidak semakin parah, ya.

Baca Juga: Mengenal Skrining Hipotiroid Kongenital yang Wajib Dijalani Bayi Baru Lahir

Load More