Indotnesia - Kegiatan grounding atau nyeker saat ini tengah populer di kalangan bule sebagai ‘tren kesehatan’ yang dipercaya bisa membuat seseorang lebih bahagia dan gampang tidur.
Sedangkan di Indonesia, kebiasaan nyeker alias berjalan tanpa alas kaki merupakan aktivitas yang kerap dianggap sepele karena seringkali dilakukan dalam keseharian.
Sementara dalam dunia kesehatan, grounding juga dikenal sebagai earthing, yaitu teknik terapi dengan melakukan aktivitas yang membuat fisik seseorang bersentuhan langsung dengan alam atau tanah.
Aktivitas tersebut bertujuan agar gelombang elektrik bumi dapat membawa dampak positif bagi tubuh, diantaranya seperti meningkatkan mood dan meredakan rasa sakit.
Dilansir dari laman College of Complementary Medicine Australia, tubuh yang bermuatan positif lalu membuat kontak kulit dengan bumi yang bermuatan negatif dapat membuat aliran elektron-elektron mengalir ke dalam tubuh dan diserap oleh sel serta organ-organ di dalamnya.
Lebih lanjut, aktivitas ‘nyeker’ di alam dapat mengembalikan lingkungan bioelektrik tubuh kembali ke keadaan normal dan seimbang.
Berdasarkan studi tentang grounding, elektron bebas yang diperoleh dari bumi saat ‘nyeker’ di tanah bertindak seperti antioksidan dan dapat menetralkan radikal bebas penyebab kerusakan pada sel dalam tubuh.
Selain itu, grounding juga dapat meningkatkan sistem saraf dengan membantu melepaskan ketegangan dan mengendurkan otot pada tubuh saat berjalan di alam tanpa alas kaki.
Adapun manfaat lain dari grounding yang telah ditunjukan dari berbagai penelitian terkait aktivitas tersebut diantaranya:
Baca Juga: Band Legendaris Blink 182 Kembali! Siap Rilis Album hingga Gelar Tur Konser Dunia
1. Memperbaiki dan meningkatkan fungsi sel
2. Menurunkan peradangan
3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
4. Detoksifikasi lebih efisien
5. Memperbaiki pencernaan
6. Mengurangi stress
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Demo Anti Piala Dunia Memanas, Pendemo Berbaju Hitam-hitam Serang Suporter
-
Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa
-
Siapa Wasit Laga Pembuka Piala Dunia 2026? Sosok Kontroversial dari Brasil
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Detik-detik Pembukaan Piala Dunia 2026: 80.000 Suporter Padati Stadion Azteca
-
Pelanggaran Fatal Terungkap! 6 Fakta di Balik Penangguhan 41 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel
-
Siapa 'Pimpinan Berjenjang' BPK yang Disebut Titin Rita dalam Kasus Edison Muara Enim?
-
Jutaan Ikan Mati Mendadak di Mempawah, Kerugian Pembudidaya Diperkirakan Miliaran