/
Senin, 24 Oktober 2022 | 13:32 WIB
Indonesia dinobatkan sebagai negara paling dermawan. (Freepik)

Indotnesia - World Giving Index (WGI) merilis laporan tahunan tentang kedermawanan global dan menobatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia dengan skor 68 persen di peringkat pertama pada Jumat (21/10/2022).

Laporan tersebut diterbitkan oleh Charities Aid Foundation (CAF) yang disusun berdasarkan analisis terhadap hasil survei lebih dari 1,96 juta responden di 119 negara di seluruh dunia yang dikumpulkan oleh Gallup sejak 2009.

“Indonesia memiliki tingkat donasi tertinggi dan sukarelawan di dunia. Selama tahun 2021, lebih dari 8 dari 10 orang menyumbang uang dan lebih dari enam dalam sepuluh atau 63% bersedia dalam kegiatan kesukarelawanan,” tulis laporan WGI 2022.

Hasil laporan CAF itu menunjukkan 84% orang Indonesia menyumbang uang pada tahun 2021, lebih tinggi dari skor rata-rata global, yakni hanya 35%.

Sedangkan partisipasi warga Indonesia dalam kegiatan kerelawanan juga tinggi, yaitu 65% atau hampir 3 kali lebih besar dari angka rata-rata global yang hanya berada di skor 23%.

Pada tahun sebelumnya, Indonesia menempati 2 peringkat teratas dari 3 kategori atau indikator yang menjadi ukuran penilaian, yaitu menyumbang uang, menyumbang pada orang asing atau tidak dikenal dan partisipasi dalam kegiatan kerelawanan atau voluntarisme.

Atas prestasi tersebut, Indonesia konsisten berada di posisi puncak dalam kurun waktu lima tahun berturut-turut, disaat negara-negara lain justru keluar masuk dalam daftar sepuluh besar negara paling dermawan.

Menurut Hamid Abidin, Ketua Badan Pelaksana PIRAC (Public Interest Research and Advocacy Center), dinobatkannya Indonesia sebagai negara paling dermawan tak lepas dari tradisi menyumbang yang terinspirasi oleh ajaran agama serta tradisi lokal turun-temurun.

Selain itu, kedermawanan masyarakat Indonesia juga tak lepas dari keberhasilan para pegiat filantropi dalam, terutama filantropi Islam dalam menggalang dana, mengelola, dan mendayagunakan donasi keagamaan.

Baca Juga: Kreatif! Mahasiswa Kenakan Topi Anti-contek, Ada yang Pakai Helm dan Wadah Telur

Apalagi saat ini lembaga filantropi Islam, khususnya badan dan lembaga pengelola Ziswaf atau Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf telah menjadi lembaga filantropi modern dengan mengembangkan berbagai strategi.

Adapun strategi yang dikembangkan oleh lembaga filantropi Islam saat  ini, di antaranya mengembangkan strategi penggalangan sumbangan keagamaan secara konvensional dan digital, serta menerapkan standar pengelolaan donasi secara transparan dan akuntabel.

Load More