Indotnesia - Gempa berkekuatan Magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur, Jawa Barat hingga dirasakan sebagian wilayah di Jabodetabek, pada Senin (21/11/2022) siang dan total korban jiwa terus bertambah.
Pascakejadian gempa, Bupati Cianjur Herman mengungkap data terbaru pada Senin sore, korban jiwa meninggal mencapai 56 orang dengan 40 di antaranya merupakan anak-anak yang mayoritas tertimpa bangunan ambruk.
Di hari yang sama, korban jiwa tercatat bertambah menjadi 62 orang setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia mengeluarkan data terakhir Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalopas) pada pukul 19.34 WIB.
“Selain itu, 25 orang tercatat masih tertimbun runtuhan bangunan di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang. 79 orang lainnya luka-luka. Warga mengungsi dilaporkan sebanyak 5.389 orang yang tersebar di beberapa titik,” tulis BNPB lewat akun Twitter resmi @BNPB_Indonesia.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil juga memberikan update terbaru terkait bencana gempa bumi yang terjadi di Cianjur lewat akun Twitter pribadinya @ridwankamil.
“Data terakhir per jam 21.00 dari call center BPBD Cianjur, korban bertambah di mana yang meninggal dunia 162 jiwa, 326 luka berat/ringan, 2.345 rumah rusak berat, dan 13.400an pengungsi,” tulisnya.
“88 kali getaran atau gempa susulan terjadi di skala 1,5 hingga 4,8 skala richter, suasananya masih rawan,” lanjutnya.
Terkait perbedaan jumlah korban meninggal dunia yang berbeda antara data BNPB dan BPBD Cianjur, dikonfirmasi bahwa ada kesalahan pencatatan petugas di lapangan sehingga muncul angka 162 korban jiwa.
Hingga kini, BNPB sebut korban meninggal masih 62 orang dan belum ada perubahan data lebih lanjut.
Baca Juga: TNI AD Kerahkan 1.000 Prajurit Bantu Penanganan Pasca Gempa Cianjur
Sedangkan terkait update layanan publik seperti listrik, orang nomor satu di Jawa Barat itu melaporkan bahwa listrik baru 20% menyala dan membutuhkan waktu 3 hari untuk kembali normal.
Begitupula dengan sinyal seluler yang juga banyak terkendala akibat gempa pada siang hari tersebut.
Terkait evakuasi desa-desa yang masih tertimbun longsor, alat-alat berat sudah dipersiapkan untuk membantu pencarian mulai hari ini, Selasa (22/11/2022).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
BI Siapkan Rp 185,6 Triliun, Begini Cara Tukar Uang Lebaran
-
Aturan WFA Libur Nyepi dan Idul Fitri 1447 H, Perusahaan Diminta Ikuti Regulasi
-
Buyback Jadi Daya Tarik, Emas Tak Sekadar Aksesori tapi Instrumen Aman
-
Hidangan Imlek Penuh Makna: 5 Makanan Khas yang Identik dengan Imlek
-
Bukan Sekadar Penanam: Wamen Veronica Tan Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Tata Kelola Hutan
-
Jemaah Haji RI Tinggal Jalan Kaki, Danantara Beli Tanah Dekat Masjidil Haram
-
Kerumunan Terakhir: Ketika Harga Diri Runtuh di Hadapan Penghakiman Netizen
-
Apri/Lanny Main Rangkap di China Masters 2026, Strategi atau Eksperimen?
-
Pahlawan Yasmin
-
Mimpi Besar Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Direkrut Barcelona dan Bela Timnas