Indotnesia - HIV/AIDS masih memiliki stigma negatif sebagai penyakit menular yang berbahaya. Maka tak jarang, banyak orang yang menghindari untuk berinteraksi dengan penderitanya.
AIDS adalah penyakit sistem kekebalan tubuh kronis yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus ini merusak sistem kekebalan dan mengganggu kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.
Penderita penyakit ini disebut ODHA atau orang dengan HIV/AIDS. Meski HIV/AID dapat menular, tetapi bentuk penularannya terbatas.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), penularan HIV/AIDS dapat terjadi melalui empat cara, apa saja? Yaitu hubungan seksual, berbagi jarum suntik, produk darah dan organ tubuh, dan ibu hamil positif HIV ke bayinya.
Karena itu, mendiskriminasi ODHA bukan hal benar untuk dilakukan. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan jika teman atau orang terdekat kita positif HIV/AIDS?
Melansir laman hiv.gov ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memberikan dukungan terhadap ODHA.
1. Mengakui
Jika teman, sahabat, atau keluargamu mengungkapkan statusnya sebagai penderita HIV, maka yang perlu dilakukan adalah mengakui dan berterima kasih karena telah membagi informasi pribadi terkait kesehatannya.
2. Bertanya
Baca Juga: Mengenang Putri Diana Patahkan Stigma ODHA dengan Jabat Tangan dan Pelukan
Sebagian penderita mungkin akan merahasiakan tentang penyakitnya. Karena itu, jika orang terdekatmu telah terbuka dan menceritakan apa yang dialaminya, sebaiknya bertanya lah.
Tanyakan apa yang mungkin bisa kamu bantu atau lakukan untuknya. Tanya juga akah informasi tentang penyakitnya itu merupakan rahasia yang hanya diberitahukan ke orang tertentu.
3. Meyakinkan
Katakan kalau kamu akan merahasiakan informasi itu jika dia tidak menginginkan untuk dibagikan. Katakan juga jika apa yang sedang dideritanya tidak mengubah status hubungan di antara kalian.
4. Mempelajari
Berinteraksi dengan pengidap HIV/AIDS juga bisa dibilang memiliki keuntungan. Karena dengan itu, kamu bisa mempelajari mengenai penyakit tersebut langsung ke penderitanya.
Kamu bisa menyaksikan perjuangan seorang ODHA, seperti rutin meminum obat dan mempertahankan viral load untuk dapat menjalani kehidupan normal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Pengadaan Kipas Angin 1,8 T untuk KDMP: Potret Buram Akuntabilitas Anggaran
-
Ngeluh Gaji PPPK? Mendagri Tito Tantang Pemda: Bedah APBD dan Efisiensi Dulu!
-
3 Parfum Mykonos Wangi Gourmand yang Manis dan Tahan Lama Sesuai Review Pembeli
-
3 Rekomendasi Pasta Dempul Ajaib untuk Tambal Tembok Rumah yang Retak, Cuman Rp20 Ribuan
-
Tampang Bak BMW Harga di Bawah Brio, Intip Pesona Skoda Slavia
-
Ulasan Novel Gagal Menjadi Manusia: Karya Paling Kelam Osamu Dazai
-
Bengis! Bocah 4 Tahun di Bekasi Tewas Disiksa Ibu Tiri Pakai Gayung dan Sikat Gigi
-
Isu PTDI Dijual ke Asing Mencuat, Bosnya Akui Prabowo Minta Kerjasama Dengan Industri Global
-
Manga Aksi-Time Travel Fate Rewinder Diadaptasi Anime TV, Tayang April 2027
-
Mikroplastik Tembus Lautan Dalam, Keseimbangan Ekosistem Laut Terganggu