"Kami menangani insiden ini dengan sangat serius dan telah menyelidiki segera untuk menemukan rincian lengkap. Dalam hal ini, komentar yang tidak dapat diterima dan sangat disesalkan," kata juru bicara Istana Buckingham dalam sebuah pernyataan.
Juru bicara itu juga mengatakan Lady SH ingin menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan yang dia lakukan dan bersedia untuk menyerahkan jabatannya.
Sejauh ini, pihak istana dan Fulani tidak menyebutkan nama lengkap dari staf tersebut. Namun, sejumlah media Inggris menduga perempuan itu adalah Lady Susan Hussey, ibu baptis dari anak-anak Raja Charles III. Lady Susan Hussey saat ini berusia 83 tahun.
Menanggapi hal tersebut, juru bicara Putra Mahkota Pangeran William mengaku kecewa atas kejadian itu.
"Jelas, saya tidak berada di sana, tapi rasisme tidak memiliki tempat di masyarakat kita," ujarnya.
Sebelumnya, putra bungsu Charles, Pangeran Harry, dan Meghan Markle pernah menyinggung soal rasisme di Keluarga Kerajaan. Dalam sebuah wawancara dengan Oprah Winfrey pada Maret 2021, Meghan mengaku pernah mendapat pertanyaan rasis dari anggota keluarga kerajaan.
Saat itu, anggota keluarga itu bertanya akan seberapa gelap kulit putra mereka ketika lahir nanti. Tuduhan tersebut langsung disanggah oleh kerajaan.
"Kami bukanlah keluarga yang rasis," ujar Pangeran William.
Baca Juga: Jogja Trending di Twitter, Tameng Sakti Falsafah Nrimo Ing Pandum Dibahas Netizen
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati