/
Kamis, 01 Desember 2022 | 18:03 WIB
Gerbang Istana Buckingham di London, Inggris. (Pexels/Roméo)

"Kami menangani insiden ini dengan sangat serius dan telah menyelidiki segera untuk menemukan rincian lengkap. Dalam hal ini, komentar yang tidak dapat diterima dan sangat disesalkan," kata juru bicara Istana Buckingham dalam sebuah pernyataan.

Juru bicara itu juga mengatakan Lady SH ingin menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan yang dia lakukan dan bersedia untuk menyerahkan jabatannya.

Sejauh ini, pihak istana dan Fulani tidak menyebutkan nama lengkap dari staf tersebut. Namun, sejumlah media Inggris menduga perempuan itu adalah Lady Susan Hussey, ibu baptis dari anak-anak Raja Charles III. Lady Susan Hussey saat ini berusia 83 tahun. 

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Putra Mahkota Pangeran William mengaku kecewa atas kejadian itu.

"Jelas, saya tidak berada di sana, tapi rasisme tidak memiliki tempat di masyarakat kita," ujarnya.

Sebelumnya, putra bungsu Charles, Pangeran Harry, dan Meghan Markle pernah menyinggung soal rasisme di Keluarga Kerajaan. Dalam sebuah wawancara dengan Oprah Winfrey pada Maret 2021, Meghan mengaku pernah mendapat pertanyaan rasis dari anggota keluarga kerajaan.

Saat itu, anggota keluarga itu bertanya akan seberapa gelap kulit putra mereka ketika lahir nanti. Tuduhan tersebut langsung disanggah oleh kerajaan.

"Kami bukanlah keluarga yang rasis," ujar Pangeran William.

Baca Juga: Jogja Trending di Twitter, Tameng Sakti Falsafah Nrimo Ing Pandum Dibahas Netizen

Load More