/
Rabu, 21 Desember 2022 | 14:31 WIB
Turis asing tuduh warga Desa WIsata Sade lakukan penipuan. (Freepik/jcomp)

Indotnesia - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menanggapi video viral turis asing yang menuduh warga Desa Wisata Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat melakukan penipuan karena menawarkan harga suvenir maupun jasa yang mahal.

Lewat akun TikTok pribadinya @sandiuno.official, Menparekraf menegaskan bahwa tuduhan tersebut terjadi karena adanya kesalahan persepsi dan komunikasi akibat keterbatasan bahasa.

“Tidak ada penipuan di Desa Sade, Lombok! Kemarin sempat viral di TikTok terkait postingan wisatawan asing, Davud Akhundzada yang datang ke Desa Wisata Sade, Lombok, dan melakukan tuduhan bahwa para pelaku kreatif di desa tersebut melakukan penipuan,” tulis Sandiaga, pada Selasa (20/12/2022).

“Ini hanyalah kesalahan persepsi dan komunikasi yang disebabkan oleh keterbatasan bahasa. Jangan menggiring opini publik untuk membenci masyarakat Desa Sade,” lanjutnya.

Lebih lanjut, menteri berusia 53 tahun menjelaskan lewat pengalaman tersebut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkomitmen untuk terus mengembangkan peningkatan keahlian bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Melalui pengalaman ini kami di Kemenparekraf berkomitmen untuk terus melakukan pelatihan dan peningkatan keahlian bagi para pelaku UMKM khususnya kemampuan berbahasa inggris di seluruh desa wisata Indonesia,” tutupnya dalam kolom keterangan unggahan video klarifikasi.

Diketahui, video viral turis asing tersebut juga diunggah di kanal YouTube Davud Akhundzada berjudul “Avoid This Scam Village in Lombok, Indonesia”.

Dalam keterangan video, ia menulis bahwa dirinya merasa kesulitan untuk berbaur dengan warga lokal Desa Wisata Sade, karena selalu dituntut untuk membayar sebelum mengizinkannya masuk dan menjelajahi desa.

Video YouTube yang diunggah pada 14 Desember 2022 itu lantas banjir komentar warganet Indonesia.

Baca Juga: John Mayer Ungkap Terima Kasih Khusus untuk Fan Indonesia, Ini Penyebabnya

Sejumlah warganet menjelaskan bahwa harga untuk suvenir wajar memiliki harga mahal karena dibuat secara tradisional dalam beberapa hari, bahkan bisa sampai berbulan-bulan lamanya.

“Scam adalah ketika Anda mendapatkan barang tidak sebanding dengan harga yang Anda bayar. Untuk selembar kain, “tenun” bisa dibuat berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Dia memberikan harga tenun yang adil,” komentar salah seorang warganet.

Load More