/
Sabtu, 18 Maret 2023 | 09:48 WIB
Mengenal tumor colli atau benjolan di leher yang dialami Aurelie Moeremans. (Freepik/stefamerpik)

Selain itu, benjolan di leher juga dapat terjadi karena infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang bisa menyerang organ selain paru-paru, termasuk kelenjar getah bening.

2. Tiroid

Tumor colli juga dapat terjadi karena adanya kelenjar tiroid yang tumbuh secara abnormal di sekitar leher.

Penyakit yang muncul dari kelenjar tiroid, yaitu gondok yang biasa terjadi akibat penurunan hormon tiroid.

Kondisi tersebut menyebabkan pembengkakan di area leher dengan gejala sulit menelan atau bernapas, batuk, suara serak atau pusing ketika mengangkat tangan ke atas.

3. Kanker

Tumor colli yang berbahaya adalah ketika penyebab benjolan di leher terjadi karena adanya kanker.

Salah satu penyakit kanker yang paling umum menyebabkan pembengkakan di leher adalah kanker kelenjar getah bening.

Selain itu, benjolan di leher juga bisa menjadi pertanda adanya kanker tiroid karena sel-sel normal tiroid yang tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali.

Baca Juga: Hati-hati, Minum Air Lemon Tiap Hari Bisa Berdampak Buruk pada Tubuh

Untuk mengetahui secara pasti penyebab dari tumor colli, umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, darah, hingga USG leher.

Penanganan tumor colli tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Seperti jika benjolan di leher terjadi karena pembesaran kelenjar getah bening akibat infeksi, maka dokter akan memberikan antibiotik.

Sedangkan untuk tumor colli yang disebabkan karena kondisi penyakit serius seperti kanker, maka perawatan yang dilakukan akan lebih beragam dan rumit.

Itulah pengertian dan penyebab tumor colli yang perlu kamu ketahui. Tetap waspada pada kondisi benjolan di leher dan segera lakukan pemeriksaan ketika menemukannya agar tidak berkembang menjadi penyakit yang serius.

Load More