Selain itu, benjolan di leher juga dapat terjadi karena infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang bisa menyerang organ selain paru-paru, termasuk kelenjar getah bening.
2. Tiroid
Tumor colli juga dapat terjadi karena adanya kelenjar tiroid yang tumbuh secara abnormal di sekitar leher.
Penyakit yang muncul dari kelenjar tiroid, yaitu gondok yang biasa terjadi akibat penurunan hormon tiroid.
Kondisi tersebut menyebabkan pembengkakan di area leher dengan gejala sulit menelan atau bernapas, batuk, suara serak atau pusing ketika mengangkat tangan ke atas.
3. Kanker
Tumor colli yang berbahaya adalah ketika penyebab benjolan di leher terjadi karena adanya kanker.
Salah satu penyakit kanker yang paling umum menyebabkan pembengkakan di leher adalah kanker kelenjar getah bening.
Selain itu, benjolan di leher juga bisa menjadi pertanda adanya kanker tiroid karena sel-sel normal tiroid yang tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali.
Baca Juga: Hati-hati, Minum Air Lemon Tiap Hari Bisa Berdampak Buruk pada Tubuh
Untuk mengetahui secara pasti penyebab dari tumor colli, umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, darah, hingga USG leher.
Penanganan tumor colli tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Seperti jika benjolan di leher terjadi karena pembesaran kelenjar getah bening akibat infeksi, maka dokter akan memberikan antibiotik.
Sedangkan untuk tumor colli yang disebabkan karena kondisi penyakit serius seperti kanker, maka perawatan yang dilakukan akan lebih beragam dan rumit.
Itulah pengertian dan penyebab tumor colli yang perlu kamu ketahui. Tetap waspada pada kondisi benjolan di leher dan segera lakukan pemeriksaan ketika menemukannya agar tidak berkembang menjadi penyakit yang serius.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim