Indotnesia - Film Interstellar yang telah rilis di Indonesia pada 6 November 2014, saat ini kembali jadi perbincangan publik hingga trending Twitter, pada Kamis (6/4/2023) dengan lebih dari 5 ribu cuitan warganet.
Salah satu cuitan yang ramai diperbincangkan tentang film Interstellar adalah sebuah akun yang menyebut bahwa film karya sutradara Christopher Nolan tersebut underrated, yaitu memiliki arti di bawah penilaian.
Menanggapi cuitan tersebut, mayoritas warganet menentang penilaian dari akun itu dan banyak dari mereka menyebut bahwa film Interstellar termasuk sebagai karya terbaik,
“How come this underrated, banyak menang awards kok, banyak yang bahas juga,” komentar salah seorang warganet.
“Lol. Interstellar itu emang masterpiece dari sononya. Ga ada yg namanya underrated. Film ini well rated. Perfect film,” ungkap warganet lainnya.
Dibalik pro-kontra penilaiannya, film Interstellar menyuguhkan jalan cerita yang mengusung genre fiksi ilmiah tentang misi pencarian planet baru.
Untuk lebih memahami ceritanya, simak sinopsis lengkap film Interstellar di bawah ini.
Film Interstellar mengambil latar peristiwa di tahun 2060-an dengan menggambarkan bumi sebagai tempat yang tak layak huni.
Baca Juga: 5 Manfaat Kurma yang Jadi Rekomendasi Menu Wajib saat Berbuka Puasa
Terdapat badai debu hingga wabah penyakit yang menerpa bumi dan membuat banyak makhluk hidup punah serta tanaman terinfeksi penyakit sehingga tidak dapat dikonsumsi.
Dalam film ini, menceritakan pemeran utama Joe Cooper (Matthew McConaughey) yang merupakan seorang mantan pilot NASA dalam mencari tahu tentang tempat tinggal baru bagi manusia.
Konflik bermula ketika suatu hari di pekarangannya, ia menemukan sebuah garis debu misterius yang menurutnya membentuk kode bilangan biner yang mengarah pada sebuah koordinat tertentu.
Cooper kemudian mencari tahu titik koordinat tersebut dan tiba di sebuah fasilitas rahasia milik NASA yang sedang menjalankan misi untuk mencari planet pengganti bumi.
Dalam misi pencarian tersebut, NASA menemukan tiga planet yang berpotensi untuk menjadi tempat tinggal baru bagi manusia, tetapi letaknya berdekatan dengan lubang hitam supermasif bernama Gargantua.
Suatu hari, NASA kekurangan pilot dan akhirnya mengajak Cooper untuk bergabung dalam misi menjelajah ketiga planet tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati