Indotnesia - Belum lama ini warga Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) dikejutkan dengan aktivitas seekor anjing liar yang disebut sebagai babi ngepet terekam dalam kamera CCTV.
Sejumlah warga percaya bahwa hewan tersebut adalah babi ngepet, karena beberapa orang merasa kehilangan uang setelah ramai beredar video CCTV yang menunjukkan aktivitas hewan berkaki empat itu berkeliling di sekitar rumah warga.
Meski sempat membuat heboh warga setempat, rekaman CCTV yang memperlihatkan seekor hewan mirip babi ngepet di Tangsel itu dibantah oleh pihak kepolisian dan dikonfirmasi hewan yang terekam dalam video tersebut adalah anjing.
Kendati begitu, kepercayaan tentang adanya babi ngepet sejak dahulu hingga kini masih hidup dan berkembang di masyarakat.
Babi ngepet yang populer diketahui sebagai jelmaan manusia masih diyakini merupakan salah satu metode pesugihan agar cepat kaya raya.
Lalu, bagaimana dengan asal usul babi ngepet? Simak selengkapnya di bawah ini.
Asal Usul Babi Ngepet
Dilansir dari berbagai sumber, asal usul babi ngepet bermula dari mitos yang menceritakan tentang siluman babi dari Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur.
Untuk menguasai ilmu pesugihan agar kaya, seseorang yang mendatangi siluman babi akan dituntut untuk menyerahkan sesajen dan uang mahar serta menyatakan kesanggupannya dalam menanggung segala akibat.
Baca Juga: Lirik Lagu Welcome to My World, Karya Terbaru AESPA Sebelum Resmi Comeback
Dalam prosesnya, seseorang yang menginginkan pesugihan akan membuat perjanjian untuk menyerahkan tumbal nyawa dari keluarga terdekatnya atau nyawanya sendiri jika janji tidak dipenuhi.
Sedangkan dalam buku Dunia Hantu Orang Jawa yang ditulis Prof. Suwardi Endraswara, Guru Besar Pendidikan Bahasa Jawa pada Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyatakan mitos babi ngepet sebagai penjelmaan seseorang yang mengubah dirinya untuk menjadi babi siluman, sehingga lebih mudah melakukan pencurian.
Perubahan manusia ke binatang ini disebut Asian Folklore Studies dalam Asian Folklore Institute sebagai konsep perubahan yang serupa dengan werewolf di Barat.
Menurut sejarawan Kuntowijoyo dalam bukunya, Muslim Tanpa Masjid, mitos atau kepercayaan tentang pesugihan seperti halnya babi ngepet muncul dari budaya masyarakat agraris.
Pasalnya, petani tak bisa menjadi kaya tanpa memperluas lahan pertanian dan membuat petani lain miskin, sehingga muncul kepercayaan tentang babi ngepet yang bisa membuat orang menjadi kaya tanpa bekerja.
Adapun tindakan pesugihan babi ngepet biasanya dilakukan pada malam hari di hari tertentu oleh dua orang.
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
200 Ribu Pekerjaan Perbankan Bakal Hilang, Bank Mulai PHK Karyawan dan Tutup Cabang
-
124 Truk Bandel Langgar Aturan Mudik, Kemenhub Ancam Bekukan Izin
-
Israel Makin Hancur dan Mossad Gagal Total, Benjamin Netanyahu Stress
-
6 Alasan Toyota Voxy 2022 Bekas Makin Laris di 2026, MPV Kelas Atas Harga Merakyat
-
iPhone Air Melejit! Penjualan Hampir 2x iPhone 16 Plus
-
Roket Bombardir Israel, Unit Khusus ZAKA 360 Konfirmasi Ada Zionis Tewas
-
Terkuak Sosok Fuad WNA Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori: Ternyata Penjual Parfum
-
Emas Antam Masih Dibanderol Rp 2.843.000/Gram Hari Ini
-
Menyoal Tahanan Rumah Eks Menteri Agama Yaqut: Kenapa Begitu Istimewa?
-
Video Baru Benjamin Netanyahu Muncul Lagi, Dicurigai Gambar Lama karena Sudah Meninggal Dunia