3. Memanfaatkan simpati
Salah satu tujuan utama pelaku playing victim bertindak sebagai korban adalah untuk mendapatkan simpati dan perhatian orang lain.
Mereka berharap bahwa dengan menggambarkan diri mereka sebagai korban, orang lain akan memberikan dukungan dan perhatian khusus kepada mereka.
4. Manipulasi emosional
Pelaku playing victim cenderung menggunakan manipulasi emosional untuk mempengaruhi orang lain.
Mereka mungkin menggambarkan diri mereka dengan sangat malang, terluka, atau terancam secara emosional untuk memperoleh keuntungan atau dukungan dari orang lain.
5. Mengabaikan Perspektif Orang Lain
Pelaku playing victim sering kali tidak peka terhadap perspektif atau perasaan orang lain.
Mereka lebih fokus pada pengalaman dan penderitaan mereka sendiri, tanpa mempertimbangkan dampak yang mungkin mereka miliki pada orang lain atau situasi secara keseluruhan.
Baca Juga: Lirik Lagu Biar Menjadi Kenangan, Karya Kolaborasi Raisa dan Ahmad Dhani
Perilaku playing victim dapat menjadi pola perilaku yang merugikan dalam hubungan, apapun bentuknya karena menghambat pertumbuhan, kerja sama, dan penyelesaian masalah yang sehat.
Maka dari itu, penting untuk memahami pengertian dan ciri-ciri playing victim agar kita dapat lebih mengenali perilaku tersebut dan menanganinya dengan lebih konstruktif.
Semoga membantu!
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!
-
Kematian Kucing Kesayangan Jadi Pertanda, Kisah Pilu di Balik Pembunuhan Gadis Bogor
-
Jelang Libur Idul Adha, Promo Alfamart Bikin Kalap: Sosis Korea Rp5.900 hingga Kanzler Murah
-
Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras: Nekat Titip Siswa di Sekolah Maung, Kepsek Langsung Dipecat
-
Diduga Gara-gara Kopi, Menantu di Empat Lawang Tega Habisi Ibu Mertua lalu Buang ke Sungai
-
Cekcok Pinjam Uang Rp600 Ribu Berujung Maut, Misteri Jasad Wanita di Pohon Melinjo Terungkap
-
Polisi Ungkap Motif Keji di Balik Temuan Jasad Wanita di Cipocok Jaya Serang
-
PTBA Sabet Diamond PROSPER A IRCA 2026, Perkuat Budaya Kepatuhan dan Tata Kelola
-
Masjid Al Afghani Tak Kunjung Rampung, DPRD Sukabumi Desak Dinas Perkim Transparan Soal Anggaran
-
Review 5 Sepatu Lari Lokal yang Katanya 'Tiru' Brand Luar, Mirip atau Beda Jauh?