/
Jum'at, 07 Juli 2023 | 16:21 WIB
Sapi menjadi salah satu hewan yang dapat menularkan antraks. (Pexels/Min An)

Indotnesia - Penularan penyakit antraks sedang merebak di Gunung Kidul, Yogyakarta. Kasus bermula ketika warga mengonsumsi hewan ternak milik warga. Ternak tersebut sebelumnya diketahui telah mati dan dikubur.

Kini, pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY telah melarang keluar masuk ternak sapi dan kambing untuk sementara waktu dari Padukuhan Jati, Candirejo, Semanu, Gunung Kidul.

Sejauh ini, 87 orang dinyatakan suspek antraks, dan satu orang meninggal dunia. Lalu, sebenarnya, bagaimana cara pencegahan antraks?

Melansir laman Kementerian Kesehatan, antraks adalah penyakit zoonosis (penyakit yang dapat ditularkan binatang ke manusia atau sebaliknya) yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.

Spora antraks dapat menular ke hewan ternak dan manusia bisa terinfeksi apabila mengonsumsi hewan tersebut. Bahkan, spora itu dapat langsung masuk ke tubuh manusia lewat luka.

Gejala antraks pada hewan mencakup demam tinggi, gelisah, kesulitan bernapas, kejang, dan akhirnya mati. Nggak jarang, hewan ternak juga mengalami kematian mendadak tanpa adanya gejala.

Meski nggak bisa dibebaskan begitu saja, tapi spora yang menyebar di tanah dan lingkungan dapat dikendalikan. Pencegahan yang bisa dilakukan terhadap hewan ternak seperti:

  • Vaksinasi
  • Kontrol lalu lintas hewan ternak
  • Tindakan disposal pada hewan terinfeksi

Mengutip laman CDC, berikut cara pencegahan antraks pada manusia:

  • Pastikan ruangan di rumah atau tempat kerja memiliki ventilasi yang baik
  • Gunakan alat pelindung diri termasuk masker wajah N-954 apabila harus bekerja di lokasi yang terpapar antraks
  • Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air hangat
  • Menjaga kebersihan ruangan
  • Jangan mengonsumsi daging hewan ternak yang terinfeksi antraks

Baca Juga: Konser Blackpink di Vietnam Kena Masalah Gara-gara Promotor Tampilkan Ini

Load More