Indotnesia - Penularan penyakit antraks sedang merebak di Gunung Kidul, Yogyakarta. Kasus bermula ketika warga mengonsumsi hewan ternak milik warga. Ternak tersebut sebelumnya diketahui telah mati dan dikubur.
Kini, pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY telah melarang keluar masuk ternak sapi dan kambing untuk sementara waktu dari Padukuhan Jati, Candirejo, Semanu, Gunung Kidul.
Sejauh ini, 87 orang dinyatakan suspek antraks, dan satu orang meninggal dunia. Lalu, sebenarnya, bagaimana cara pencegahan antraks?
Melansir laman Kementerian Kesehatan, antraks adalah penyakit zoonosis (penyakit yang dapat ditularkan binatang ke manusia atau sebaliknya) yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.
Spora antraks dapat menular ke hewan ternak dan manusia bisa terinfeksi apabila mengonsumsi hewan tersebut. Bahkan, spora itu dapat langsung masuk ke tubuh manusia lewat luka.
Gejala antraks pada hewan mencakup demam tinggi, gelisah, kesulitan bernapas, kejang, dan akhirnya mati. Nggak jarang, hewan ternak juga mengalami kematian mendadak tanpa adanya gejala.
Meski nggak bisa dibebaskan begitu saja, tapi spora yang menyebar di tanah dan lingkungan dapat dikendalikan. Pencegahan yang bisa dilakukan terhadap hewan ternak seperti:
- Vaksinasi
- Kontrol lalu lintas hewan ternak
- Tindakan disposal pada hewan terinfeksi
Mengutip laman CDC, berikut cara pencegahan antraks pada manusia:
- Pastikan ruangan di rumah atau tempat kerja memiliki ventilasi yang baik
- Gunakan alat pelindung diri termasuk masker wajah N-954 apabila harus bekerja di lokasi yang terpapar antraks
- Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air hangat
- Menjaga kebersihan ruangan
- Jangan mengonsumsi daging hewan ternak yang terinfeksi antraks
Baca Juga: Konser Blackpink di Vietnam Kena Masalah Gara-gara Promotor Tampilkan Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
5 Aplikasi Tanda Tangan Digital 2026: Privy, DocuSign hingga Adobe Sign, Mana Legal di Indonesia?
-
Anggota Linmas di Dramaga Tewas Tertimbun Longsor, Bupati Bogor Imbau Warga Waspada
-
Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!
-
Tiga Hari Hilang Misterius, Penyelam Panah Ikan di Way Rarem Ditemukan Tak Bernyawa
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha
-
Strategi Baru Pemerintah Dorong Mobil Listrik Baterai Nikel Lewat Subsidi PPN Besar
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Kiai Cabul Pati Buron ke Luar Jateng, Polda Turunkan Tim Jatanras Buru Pelaku!
-
Tak Hanya Bangun Rumah, Bupati Karawang Beri Modal Usaha untuk Nenek Korban Kebakaran