Indotnesia - Kasus antraks di Gunungkidul baru-baru ini menjadi perhatian publik karena memakan korban jiwa. Hal itu diduga dipicu oleh tradisi brandu. Apa itu?
Sebelumnya, di Dusun Jati, Candirejo, Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta sekitar 85 orang terjangkit antraks. Sementara 3 orang dinyatakan meninggal dunia.
Antraks adalah penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Sementara, merebaknya antraks di Gunungkidul disebut disebabkan oleh konsumsi sapi yang telah mati yang kerap dilakukan warga alias brandu.
Tradisi brandu adalah kebiasaan menyembelih hewan ternak yang sakit atau sudah mati di daerah Gunungkidul.
Nantinya daging bangkai hewan ternak seperti sapi, kambing, atau kerbau ini di jual murah atau dibagikan pada masyarakat.
"Brandu itu tradisi di Gunungkidul, dan brandu itu macam-macam. Maksudnya brandu itu tergantung sebabnya dan kadang-kadang (ternak) keracunan baru sakaratul maut dipotong," ungkap Kabid Kesehatan Hewan DPKH Gunungkidul Retno Widyastuti seperti dikutip dari Suara.com.
Dia juga mengungkapkan kalau tradisi ini sebenarnya memiliki maksud baik, yaitu untuk membantu seseorang yang kesusahan karena kehilangan hewan ternaknya.
Untuk kasus kemarin, seekor sapi yang telah mati dagingnya dijual kepada warga dengan harga murah dan uangnya diberikan pada pemilik sapi tersebut.
Baca Juga: Mengenal Arti Kata FOMO Dalam Bahasa Gaul
"Kalau saya tanya memang tujuannya baik, membantu warga yang kesusahan biar tidak terlampau rugi itu dibagi-bagi. Kemarin itu satu paketnya itu dijual Rp 45 ribu, terus uangnya dikumpulkan dan dikasihkan yang kesusahan," Katanya.
Namun, dia juga mengatakan jika ingin melakukan tradisi brandu maka sebaiknya menggunakan hewan yang sehat bukan yang membahayakan manusia.
Pasalnya hewan yang telah mati menyimpan banyak bakteri yang membahayakan manusia apabila dikonsumsi. Apalagi jika hewan tersebut terjangkit antraks maka hanya akan memperluas penyebarannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pangi Syarwi: Kalau Prabowo Berhenti Pidato Dua Minggu, Jangan-jangan Tenang Negara Ini
-
Bisakah Ganti Steak Sapi dengan Salmon Bantu Kurangi Emisi?
-
Deretan Modifikasi Yamaha Grand Filano dan Fazzio yang Curi Perhatian di Bandung
-
Tiga Hal Saja, dan Itu Sudah Lebih Dari Cukup
-
Kenapa Baru Saja Makan Tapi Cepat Lapar Lagi? Bisa Jadi Tanda Kesehatan Bermasalah
-
IHSG Meroket 5%, Begini Nasib Saham-saham BUMN
-
Kejar Aliran Uang Dadan Cs! Kejagung akan Terapkan Pasal TTPU di Kasus Korupsi MBG
-
Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!
-
Mahasiswa KKN UNDIP Tanamkan Kreativitas, Literasi Digital, dan Peduli Lingkungan di SDN Padangsari
-
Risiko Kesehatan Terbesar bagi Penggemar Piala Dunia 2026 Menurut Ahli