Indotbesia - Kabar duka datang dari dunia kesenian Indonesia. Arsitek Kenamaan Jogja Eko Prawoto meninggal dunia.
Seniman sekaligus arsitek kontemporer ini dikabarkan tutup usia pada, Rabu 13 September 2023. Informasi tersebut diketahui lewat ucapan bela sungkawa rekan-rekan seniman.
"Baru saja Pak Eko Prawoto, arsitek alumni UGM dan pensiunan Dosen Universitas Kristen Duta Wacana Yogya, pulang sowan Gusti Allah," ujar Butet Kartaredjasa seperti dikutip dari FB.
"Pak Eko Prawoto selamat jalan. Tak terkira sedihku. Pak Eko adalah idolaku sepanjang masa, guru, sahabat, pendukung," tulis Direktur Yayasan Biennale Jogja Alia Swastika.
Sosok Eko Prawoto
Memiliki nama panjang, Eko Agus Prawoto adalah seorang arsitek lulusan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 1977.
Di tahun 1985, dia memulai kariernya sebagai seorang dosen di Fakultas Arsitektur dan Desain di kampus swasta Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta dan mengawali adanya jurusan arsitek di kampus tersebut.
Selain bergelut di bidang akademis sebagai dosen, Eko juga terus melanjutkan studi master di The Berlage Institute Amsterdam.
Di bidang kesenian, Eko telah melahirkan banyak karya yang membanggakan. Dia mengerjakan proyek-proyek rumah pribadi, galeri seni, atau fasilitas publik, serta instalasi seni atau proyek seni kolaborasi.
Baca Juga: Viral Lagu Hello Kuala Lumpur Mirip Halo-halo Bandung, Warganet: Liriknya Jelek Banget Maksa
Karya-karyanya mengintegrasikan nilai-nilai sosial, budaya, dan lingkungan.
Mengutip laman Arkom Indonesia, beberapa karya Eko Prawoto yang dipamerkan, yaitu Venice Biennale 2000, Arte all’arte, Gwangju Biennale, Echigo Tsumari Art Triennial, Kamikatsu Art Festival, Anyang People Art Project di Korea, Common Ground Australia, Regionale XII di Austria, dan baru-baru ini Singapore Biennale 2013, Holbaek Denmark 2016 dan Sonsbeek 2016.
Selain itu, karya-karya lainnya yaitu Gereja Kristen Indonesia Sokaraja, Mella Jaarsma & Nindityo House di Yogyakarta, Butet Kartaredjasa House di Yogyakarta, House for Ning di Yogyakarta, House for Jeanie & Lantip , Kafe d’Jendelo & Rumah Djaduk Ferianto di Yogyakarta, Art of Bamboo, Viavia Café, Langgeng Art Gallery di Magelang, Cafe and Gallery for Unesco di Magelang, dan Talaga Sampireun Ancol.
Itulah sejumlah karya dari seniman dan arsitek Eko Prawoto yang jadi kenang-kenangan atas kepergiannya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'