Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa akan memasuki masa pensiun pada akhir Desember 2023 ini.
Namun demikian, mantan komandan paspampres itu menyebut usianya masih produktif untuk melakukan banyak kegiatan setela memasuki masa pensiun nanti.
"58 tahun itu masih muda, masih produktif. Saya tetap akan melakukan sesuatu. Tapi saya belum tau, dan belum mikir," ucap Andika pada YouTube Kick Andy yang dikutip pada Jumat (2/12/2022).
Namun demikian, Andika Perkasa tak ingin memikirkan terlalu jauh kegiatannya setelah masa pensiun. Termasuk menjadi capres atau cawapres 2024.
"Saya realistis, saya ini siapa sih. Yang jelas saya tidak mau GR lah. Saya merasa baru menyelesaikan tugas sebagai Panglima TNI. Saya pikirkan nanti setelah pensiun," ujar Andika.
Tetapi, ia menghormati kepada masyarkat yang telah mendukungnya untuk maju di Pilpres 2024. Andika juga menegaskan tak ingin berkomentar terlalu jauh soal pencalonan tersebut.
"Enggak mungkin saya melarang, mereka (pendukung) punya hak. Yang jelas bukan saya yang meminta. Partai belum ada yang bicara," ujarnya.
"Jawabannya saya, saya belum berfikir, karena saya masih TNI aktif, tapi nanti kalau sudah pensiun. Saya belum tahu apa yang harus saya lakukan, tapi harus produktif tidak boleh nganggurlah," imbuhnya.
Profil Andika Perkasa
Baca Juga: Shin Tae-yong Bongkar Kondisi Miris PSSI Jelang Piala AFF: Tak Punya Uang, Pemain Diminta Berjuang
Dikutip dari Antara, Andika Perkasa lahir pada 21 Desember 1964 di Bandung, Jawa Barat.
Andika Perkasa merupakan lulusan Akademi Militer alias Akmil pada 1987 saat berusia 23 tahun.
Posisi pertamanya di militer adalah Perwira Pertama Infanteri Kopassus Grup 2 selama 12 tahun.
Ia lalu melanjutkan kariernya sebagai perwira menengah dengan menjadi Sekretaris Pribadi atau Sespri Kepala Staf Umum TNI.
Andika Perkasa semakin terkenal setelah menduduki posisi sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat pada November 2013.
Andika Perkasa lalu dilantik menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden alias Paspampres dengan pangkat Mayor Jenderal, tepat 2 hari setelah pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada 2014.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai