/
Selasa, 20 Desember 2022 | 15:57 WIB
Elektabilitas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan (Suara.com)

Suara Joglo - Baru-baru ini Poltracking Indonesia menggelar survei elektabilitas tiga nama tokoh terkuat yang disebut-sebut bakal maju menjadi bakal calon presiden di 2024 di lima provinsi Pulau Jawa.

Hasilnya ada tiga nama yang paling kuat di masing-masing provinsi. Di DKI Jakarta, dalam simulasi tiga capres terkuat, elektabilitas Anies Baswedan (49.6 persen), Ganjar Pranowo (27.5 persen), dan Prabowo Subianto (15.7 persen). 

Di Banten, dalam simulasi tiga capres terkuat, elektabilitas Anies Baswedan masih tetap unggul dengan (47.6 persen), Prabowo Subianto (28.5 persen), dan Ganjar Pranowo (16.1 persen).

Sementara Di Jawa Barat, Anies Baswedan kembali masih paling kuat dengan (36.3 persen), Prabowo Subianto (30.8 persen), dan Ganjar Pranowo (18.7 persen). Namun di Jawa Tengah, elektabilitas Ganjar Pranowo tertinggi (71.4 persen), Prabowo Subianto (10.8 persen), dan Anies Baswedan (9.0 persen). 

Di Jawa Timur masih selisih tipis, elektabilitas Ganjar Pranowo (36.1 persen), Prabowo Subianto (25.5 persen), dan Anies Baswedan (19.6 persen). Angka elektabilitas di atas memberikan gambaran di Jakarta dan Banten, Anies Baswedan relatif lebih tinggi, terpaut di atas 19 persen dibandingkan kandidat lainnya. 

Sementara di Jawa Barat, Anies Baswedan relatif kompetitif, hanya terpaut 6 persen dengan Prabowo Subianto. Dan di Jawa Timur Ganjar Pranowo terpaut 11 persen dengan Prabowo Subianto. 

Sementara di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sangat signifikan perolehan elektbilitasnya, terpaut 60 persen dibandingkan kandidat lainnya.

Elektabilitas Anies hanya euforia sesaat

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Adi Prayitno mengatakan unggulnya elektabilitas Anies Baswedan dalam survei hanya merupakan euforia sesaat.

Baca Juga: Profil Nyoman Paul Aro, Eks Barito Putera yang Ikut Audisi Indonesian Idol

Adi bahkan menganggap hal tersebut sudah mulai membosankan publik saat ini. Pasalnya, kata dia, Anies menyampaikan narasi yang begitu-begitu saja dalam setiap safari politiknya. Anies juga disebut tak melakukan manuver politik apapun.

Padahal, sebagai figur yang lekat dengan citra oposisi, Anies hampir tidak pernah menentang atau mengkritisi kebijakan Presiden Joko Widodo secara terbuka.

Sebaliknya, sebagai partai yang mendeklarasikan dukungan buat Anies, Nasdem justru menyebut bahwa Capresnya bakal melanjutkan program-program Jokowi.

"Ini tak sejalan dengan gembar-gembor Nasdem yang mengklaim partainya bersama Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bakal mem­bentuk Koalisi Perubahan," ujar Adi dikutip dari Wartaekonomi -- jaringan Suara.com, Senin (19/12/2022).

Adi menyarankan partai politik harus lebih giat lagi dalam melakukan kerja-kerja politik untuk mendongkrak tingkat elektoral kandidat capres masing-masing.

Load More