Aksi safari Anies Baswedan yang masif di sejumlah daerah, belakangan ini banyak disorot. Salah satunya oleh sosok yang dikenal sebagai pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta itu, dokter Tifa.
Seperti diketahui, semenjak resmi dicalonkan sebagai bakal capres 2024 oleh Partai NasDem, Anies Baswedan rajin melakukan safari di sejumlah daerah.
Aksi Anies itu oleh sebagaian pihak dianggap sebagai aksi curi start sebelum masa kampanye dimulai. Belakangan sorotan tak hanya datang dari para politisi yang beseberangan, bahkan juga datang dari pendukungnya, salah satunya yakni Tifauzia Tyassuma atau yang akrab dikenal dengan nama Dokter Tifa.
Dalam kicauannya beberapa waktu lalu, Dokter Tifa memberikan tanggapannya terkait pemberitaan aksi safari Anies Baswedan yang bakal membuat bosan publik sebelum masa kampanye dimulai.
Lewat kicauannya Dokter Tifa senada menyebut bahwa strategi Anies Baswedan dengan tebar pesona saat ini terlalu dini dan dinilai prematur.
"Saya juga khawatirkan ini. Rakyat bosan dengan safari prematur yang dilakukan dan keburu habis minat sebelum betul-betul dicalonkan. Saya duga yang bersangkutan juga tahu itu. Makanya mau. Semacam jadi pengumpan. Untuk memuluskan jalan calon definitif. Semoga saya salah," katanya.
Sementara itu, Anies Baswedan sebelumnya sempat memberi tanggapan soal aksi safarinya yang diduga sebagai aksi curi start kampanye.
Anies menyebut bahwa aksi safari yang dilakukan itu tak diatur di dalam undang-undang.
"Pasal berapa, peraturan berapa, itus saja," kata mantan Mendikbud tersebut.
Baca Juga: Tim Nasional Indonesia, Antara Kutukan dan Peluang Juara Piala AFF Cup
Ia berkilah bahwa safari yang dilakukannya itu bagian dari upaya silaturahmi.
"Kalau saya sih prinsipnya kita bersilaturahmi ada kegiatan jalan sehat, ada kegiatan silaturahmi. Tapi kalau memang diduga, maka barangkali baik ya ditunjukkan ketentuan-ketentuan mana yang dianggap dilanggar," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional