Belum lama ini, publik tanah air digegerkan dengan ramalan Nostredame yang memberi prediksi Indonesia dan Australia perang di tahun 2037.
Tak hanya itu, beberapa waktu kemarin peramal tanah air Hard Gumay juga menyebut bahwa Indonesia dan Australia perang. Ia bahkan meyakini Indonesia menang dalam perang yang skalanya tidak terlalu besar itu.
Dipicu ulasan soal prediksi Indonesia dan Australia perang yang viral beberapa waktu lalu itu, belakangan muncul video yang mengabarkan bahwa militer Arab Saudi siap bantu Indonesia.
Dalam video yang diunggah channel Panglima Tempur, menampilkan adegan sejumlah pesawat tempur dilanjutkan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman berbicara di depan kamera.
Di awal video, seorang narator wanita terdengar mengatakan, "Hari ini Arab Saudi mulai kerahkan 100 jet tempur dan 150.000 tentara menuju Indonesia."
Pada menit 1:17, narator itu bilang, "Pengerahan banyak pesawat jet tempur itu dilaporkan media Timur Tengah Al Arabiya, Selasa 29 November 2022.
"Selain Arab Saudi, beberapa negara Teluk serta Iran ikut ambil bagian dalam invasi militer di Australia dalam bulan depan.
"Laporan itu juga menyebut bahwa sejumlah pimpinan empat negara telah sepakat bahwa Desember nanti, apabila Australia tidak segera memberikan kepastian perihal Pulau Pasir, serangan besar-besaran akan mengancam negara itu."
Video itu diunggah setelah media massa Indonesia, termasuk Kantor Berita Antara, mewartakan di bulan Oktober 2022 rencana seorang nelayan Indonesia untuk menggugat Australia soal "kepemilikan Pulau Pasir".
Baca Juga: PJLP Diputus Kontrak karena Usia Dilimpahkan ke Keluarganya, Heru Budi: Tak Ada Arahan Begitu
Dikenal sebagai Karang Ashmore di Negeri Kangguru, Pulau Pasir adalah bagian dari MoU Box di perbatasan Indonesia-Australia di Laut Timor. Nelayan tradisional Indonesia dibolehkan melaut di situ.
Basisnya adalah sebuah perjanjian tahun 1974 antara Indonesia dan Australia.
Klaim tersebut menyebar pula di postingan video lainnya, seperti di YouTube serta di Facebok hingga meraup lebih dari 286.000 tontonan.
Klaim Salah
Dikutip dari situs periksafakta.afp.com, berdasar pencarian kata kunci di Google menemuan narasi itu dipelintir dari berita Sindonews tentang invasi Arab Saudi ke Yaman pada tahun 2015.
Laporan berita berjudul "Saudi Kerahkan 100 Jet Tempur dan 150 Ribu Tentara ke Yaman" itu terbit pada tanggal 26 Maret 2015.
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Purbaya Kenang Momen Investasi Hyundai Bangun Pabrik EV ke RI, Cuma Perlu 4 Bulan
-
Ditekuk Vietnam, PSSI Bakal Rekrut Pemain Arsenal hingga Stuttgart ke Timnas Indonesia?
-
Hafalan Shalat Delisa: Novel Tere Liye tentang Tsunami Aceh dan Keikhlasan
-
Polres Sukabumi Kota Sita 159 Botol Miras Ilegal, Tiga Penjual Terjaring Razia
-
Hampir 'Terjebak' Gratifikasi, Purbaya Sempat Diming-Imingi Diskon Harley-Davidson
-
Hasil Inter vs Milan Tanpa Pemenang, Cristian Chivu Santai: Hasil Tak Penting
-
Lama Mandek, Pemerintah Klaim Kawasan Industri Madura Didukung Investor China
-
Israel Dituding Jadikan Perang Timur Tengah Jadi Konflik Agama
-
Ada 2 Pembalap Indonesia di Mandalika 2026! Ini Update Terbaru Penjualan Tiket MotoGP
-
KPK Pertanyakan Selisih Uang yang Dikembalikan Menhut Raja Juli, ke Mana Sisanya?