Beberapa kata di artikel asli telah diubah di narasi video sesat. Misalnya, "Yaman" diubah jadi "Indonesia".
Di video, narator berujar, "Hari ini Arab Saudi mulai kerahkan 100 jet tempur dan 150 ribu tentara menuju Indonesia." Versi aslinya: "Arab Saudi telah mengerahkan sekitar 100 pesawat jet tempur dan 150 ribu tentara ke Yaman untuk perang melawan milisi Houthi."
Narasi dalam video menyatakan: "Pengerahan banyak pesawat jet tempur itu dilaporkan media Timur Tengah Al Arabiya, Selasa 29 November 2022." Padahal, laporan asli Sindonews menulis, "Pengerahan banyak pesawat jet tempur itu dilaporkan media Timur Tengah, Al Arabiya, Kamis (26/3/2015)."
Selanjutnya, narator video sesat berkata, "Selain Arab Saudi, beberapa negara Teluk serta Iran ikut ambil bagian dalam invasi militer di Australia dalam bulan depan." Faktanya, laporan Sindonews menyatakan: "Selain Saudi berbagai negara Teluk serta Mesir ikut ambil bagian dalam agresi militer di Yaman."
Bagian lain video sesat mengklaim: "Laporan itu juga menyebut bahwa sejumlah pimpinan empat negara telah sepakat bahwa Desember nanti, apabila Australia tidak segera memberikan kepastian perihal Pulau Pasir, serangan besar-besaran akan mengancam negara itu."
Artikel Sindonews sejatinya berbunyi: "Laporan itu juga menyebut, bahwa sejumlah pemimpin kelompok Houthi sudah tewas dalam agresi militer."
Video Sesat
Di detik ke-30 video sesat, terlihat Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, alias MBS, berbicara di depan kamera.
Pencarian gambar terbalik di Google menemukan video itu sebenarnya menunjukkan MBS berbicara kepada wartawan saat kunjungan kenegaraan ke India pada tahun 2019.
Baca Juga: PJLP Diputus Kontrak karena Usia Dilimpahkan ke Keluarganya, Heru Budi: Tak Ada Arahan Begitu
Video itu ditayangkan di kanal YouTube resmi Hindustan Times, koran India, di sini pada tanggal 20 Februari 2019.
Diterjemahkan dari bahasa Inggris, keterangan video berbunyi, "Presiden Ram Nath Kovind memberikan upacara penyambutan bagi Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Rashtrapati Bhawan, New Delhi, pada hari Rabu. Acara dihelat sebelum pertemuan bilateralnya dengan Perdana Menteri Narendra Modi. Pangeran Salman tiba di ibu kota negara pada Selasa malam untuk kunjungan dua hari di India.
"Di Rahtrapati Bhawan, Pangeran Salman berkata, 'Hari ini kita ingin memastikan bahwa hubungan ini dipertahankan dan ditingkatkan untuk kebaikan kedua negara. Dengan dipimpin Presiden dan Perdana Menteri, saya yakin kita dapat menciptakan hal-hal baik bagi Arab Sadi dan India."
Dalam video asli, MBS terlihat berdiri diapit oleh Perdana Menteri Modi dan Presiden Kovind.
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Solusi BBM Langka, Pemerintah Siapkan Bensin Etanol E85 untuk Kendaraan Flex-Fuel
-
Menhan Sjafrie Kumpulkan Purnawirawan TNI: Bahas Strategi Pertahanan dan Izin Lintas Udara
-
Strategi Baru MA Lawan Korupsi: Gandeng KPK untuk Gembleng 200 Pimpinan Pengadilan
-
Viral Banser Tepis Kasar Tangan Jamaah Ibu-ibu Saat Kawal Ustazah, Wajah Syok Penceramah Disorot
-
Timnas Indonesia Harus Waspada, Chanathip Bertekad Bawa Thailand Juara Piala AFF 2026
-
Iran Tegaskan Persatuan Nasional di Tengah Ketegangan dengan Amerika Serikat
-
Harga LPG 12 Kg Melejit, Pemprov DKI Pantau Inflasi dan Wanti-wanti Tak 'Panic Buying'!
-
Kontroversi Gol EPA U-20 Berujung Ricuh, Komite Wasit PSSI Tegaskan Keputusan Sah
-
Satu Komando Lawan Agresi: Balasan Menohok Iran atas Retorika Pecah Belah Donald Trump
-
Polresta Sleman Selidiki Teror Order Fiktif Ambulans dan Damkar, Nomor Pelaku Terdeteksi di Sumut