Suara Joglo - Hal apa yang ditunggu-tunggu publik dalam HUT PDI Perjuangan ini? Tentu semua sepakat, munculnya nama capres yang bakal diusung partai penguasa itu. Apakah Ganjar Pranowo, Puan Maharani, atau nama lain.
Ternyata zonk. Tidak ada nama yang pasti muncul dari Ketua Umum Partai Megawati Soekarno Poetri yang dipercaya sebagai satu-satunya orang mandat tunggal paling berhak memutuskan nama capres dan cawapres partai berlambang kepala banteng itu.
Meskipun begitu, soal nama capres ini, memang sempat terlontar dalam HUT PDI Perjuangan itu. Atau setidaknya membuat kader-kader partai yang hadir rius bertepuk tangan.
Misalnya kemarin ketua Puan Maharani, salah satu ketua DPP Partai bicara di depan para kader. Ia mengatakan kalau nama capres sudah dikantongi ibunya, Megawati. Nama itu tinggal diumumkan saja.
Berikut ini kode-kode capres PDIP yang bisa jadi benar, bisa jadi salah:
1. Puan Maharani ajak kader abaikan survei
Puan mengajak kader partai tenang-tenang saja, tidak usah menjadi pengamat politik dadakan, sebab soal nama capres sudah dikantongi ibunya. Nama capres itu tinggal diumumkan saja dalam beberapa bulan ke depan.
"Jadi enggak usah nengok kiri-kanan. Enggak usah bingung harus si ini harus si itu. Kayaknya, kayaknya, si ini kayaknya si itu surveinya tinggi ya si ini, kayaknya cocok sama si ini," kata Puan menegaskan.
"Udah lurus saja kerja kerja kerja di lapangan. Pada waktunya tunggu tanggal mainnya," kata Puan menambahkan.
Baca Juga: Venna Melinda Kecewa Ferry Irawan Belum Juga Ditahan, Hotman Paris 'Colek' Kapolda Jawa Timur
Dia mengingatkan, sebagai kader sekaligus petugas partai, kerjanya adalah menjalankan instruksi partai. Sehingga harus menunggu saja. Semua tahu, Ganjar Pranowo sejauh ini menurut survei elektabilitasnya masih paling tinggi sebagai capres.
2. Megawati soal capres urusan 'gue'
Megawati menegaskan kalau soal nama Capres merupakan haknya. Ucapan Megawati lantas menuai tepuk tangan dari peserta HUT ke-50 yang didominasi ribuan kader PDIP.
Namun, Megawati sedikit bercanda terhadap reaksi tersebut dengan mengaku tidak akan tergiur mengumumkan Capres 2024 dari PDIP saat HUT ke-50. "Ya, nanti dahulu, memangnya aku, situ tepuk tangan, mau tergiur umumkan. Enggak," kata dia.
Presiden Kelima RI itu mengaku sebagai pemilik mandat dari PDIP untuk menunjuk Capres 2024 dari partainya, akan menunggu waktu tepat memilih calon pemimpin Indonesia itu.
"Iya, dong, kan, mesti keren, kan, saya ketum terpilih di kongres partai sebagai institusi tertinggi partai, maka oleh kongres partai diberikan, lah, ketum terpilih hak prerogratif siapa yang akan dicalonkan," katanya.
"Sekarang nungguin, enggak ada, ini (nama capres) urusan gue," kata Megawati.
3. Ganjar hadir disoraki presiden
Teriakan-teriakan 'Ganjar Presiden' terdengar saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, tiba di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (10/1) untuk menghadiri puncak perayaan HUT PDI Perjuangan.
Ganjar yang tiba sekitar pukul 08.15 pagi itu, langsung disambut ratusan kader yang sedang mengantre untuk masuk ke Hall D JIExpo. Para kader yang berasal dari seluruh daerah di tanah air itu antusias menyambut kedatangan pria berambut putih tersebut.
Berita Terkait
-
Megawati: Mesti Keren Kan? Saya Ketum PDIP, Nama Capres Urusan Gue
-
Lukas Enembe Akhirnya Ditangkap KPK, Jokowi: Semua Sama di Mata Hukum!
-
Cerita Diperiksa Kejaksaan dari Jam 8 Pagi Sampai Jam 20.00 Malam, Megawati: Saya Tidak Mau Disebut Komunis!
-
Sebelum Pidato HUT ke-50 PDIP, Megawati Ngaku Diberi Tugas Jokowi: Kok Nyusahkan Saya to Pak!
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Salat Idul Adha di Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lokal, BMKG Minta Warga Waspada
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Detik-detik Polisi di OKU Ditusuk saat Gerebek Bandar Narkoba, Operasi Berubah Mencekam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Kecelakaan Maut Innova Anggota DPR di Tol Paspro Diduga Akibat Microsleep