Suara Joglo - Kematian Diah Agustin Lestariningsih (17), mahasiswi jurusan Biologi Universitas Negeri Malang (UNM) masih menjadi teka-teki. Ia sempat disebut-sebut meninggal karena bunuh diri.
Namun belakangan terkuak, ada beberapa kejanggalan dalam kematian mahasiswi ayu asal Ngawi tersebut. Ia meninggal di kosannya dengan kondisi dada berlubang akibat tusukan benda tajam.
Dian ditemukan tergeletak bersimbah darah dengan luka menganga di dalam kamar kosannya. Dari lukannya itu, diduga Ia sebenarnya merupakan korban pembunuhan.
Misalnya seperti disampaikan Kasat Reskrim Kepolisian Resort Kota Malang Kota, Kompol Bayu Febrianto Prayoga. Ia menjelaskan, kecil kemungkinan kematian Diah akibat bunuh diri.
"Kami tidak yakin ( bunuh diri), kalau bunuh diri pasti senjata tajamnya ditemukan dekat korban," ujarnya hari ini, Selasa (10/01/2023).
Dengan demikian, kalau Ia dibunuh berarti pelakunya sampai sekarang masih berkeliaran bebas. Padahal kasus ini sudah terjadi sejak sebulan lalu.
Kompol Bayu kemudian menambahkan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, tidak ditemukan adanya senjata tajam yang menyebabkan kematian korban.
"Tetapi pada kasus ini, senjata tajamnya belum ditemukan," ujarnya menambahkan. Senjata itu akan menjadi bukti kuat penyebab kematiannya pakah karena bunuh diri atau dibunuh.
Sebelumnya, Diah ditemukan tewas di kamar indekosnya Jalan Sumbersari Gang 5 C Kecamatan Lowokwaru Kota Malang pada Kamis (22/12/2022). Berdasarkan hasil autopsi ditemukan luka tusuk pada tubuh korban.
Baca Juga: 3 Alasan PSSI Harus Pertahankan Shin Tae-yong meski Gagal di Piala AFF 2022
"Terdapat luka tusukan pada bagian dada kiri dekat jantung. Menurut dokter, korban meninggal karena kehabisan darah," jelasnya.
Hingga hampir sebulan ini, sebanyak embilan saksi telah dimintai keterangan terkait kematian mahasiswi UM di kamar indekosnya itu. Salah satu saksi yang diperiksa termasuk kekasih korban.
"Sebanyak sembilan saksi telah diperiksa. Saksi yang diperiksa itu, termasuk ibu kost, teman kost, maupun pacar korban," ujar Kompol Bayu.
Kasus kematian mahasiswa di Malang ini sudah ke sekian kalinya. Sebelumnya, mahasiswa kedokteran asal Universitas Brawijaya (UB) juga ditemukan tewas di semak-semak kawasan Pasuruan Jawa Timur.
Belakangan diketahui kalau mahasiswa bernama lengkap Bagus Prasetyo Lazuardi itu dibunuh oleh orang tua pacar korban. Ia dibunuh saat mengendarai mobil bersama-sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
Terkini
-
2 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hukuman Penjara Juga Dipangkas!
-
Disembunyikan di Mobil Pickup! Uang Korupsi MBG Rp8,4 M Eks Kepala BGN Dadan Disita Kejagung
-
Pakar Hukum: Kasus Febrie Jadi Ujian Bagi Implementasi KUHAP Baru
-
Diperiksa KPK, Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto Dicecar Soal Aliran Uang Proyek
-
Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi
-
Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya
-
Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi
-
Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang
-
Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO
-
Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21