Nasib miris ternyata pernah dirasakan politis senior PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo ketika menjabat sebagai menteri di kabinet Jokowi.
Melalui channel YouTube Uya Kuya TV, Panda Nababan mengungkapkan bahwa sahabatnya Tjahjo Kumolo pernah dicuekin Jokowi selama lima tahun.
Panda Nababan bercerita bahwa Tjahjo Kumolo merupakan sahabat sekaligus juniornya di PDI Perjuangan. Ia mengklaim yang telah membawa Tjahjo untuk gabung ke partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut.
"Tjahjo Kumolo temanku ini yang membawa dia ke PDIP itu saya. Jadi waktu itu dia ikut rapat di HI waktu itu menentukan Akbar Tandjung terpilih atau tidak bertarung dengan Edi Sudrajat, lalu aku ngapain kau ikut-ikut Golkar, ikut aku aja ke PDIP kubawa dia ke Mbak Mega," kenangnya seperti dikutip Rabu (11/1/2023).
Setelah bercerita mengenai latar Tjahjo Kumolo, Panda kemudian mengisahkan rahasia sahabatnya itu yang pernah dicuekin oleh Jokowi. Tidak hanya sehari atau dua hari melainkan hingga lima tahun selama dia bertugas sebagai Menteri Dalam Negeri di Kabinet Jokowi periode pertama.
Ia menyebut kejadian itu bermula ketika pencalonan Jokowi maju di ajang Pilpres 2014 silam. Saat itu, Tjahjo Kumolo yang menjabat sebagai Sekjen di PDI Perjuangan merupakan salah satu di antara yang tak setuju dengan pencalonan eks Wali Kota Solo tersebut.
"Nah waktu proses Jokowi maju 2014 itu kan pro kontra, di dalam PDIP ada yang tidak suka dengan Jokowi dan kebetulan awal awal Megawati tidak setuju. Dia omelin saya apa kau panda dukung Jokowi, apa pengalamannya, itu Megawati tidak setuju Jokowi maju, Nah Tjahjo itu sekjen dia lebih tegas tak suka Jokowi, nah itu berkesan di Jokowi," ungkapnya.
Panda mengatakan efek dari ketidaksukaan Tjahjo Kumolo itu berefek ketika ia masuk kabinet Jokowi. Tjahjo pernah mengeluh dicuekin Jokowi selama bertugas di kabinet.
"Begitu Tjahjo masuk kabinet, pengakuan Tjahjo lima tahun tidak diopeni tidak pernah ke daerah, tidak pernah meninjau, cuma dua kali sekali sehabis rapat terbatas (ratas) sekali lagi menjelang pemilu soal ktp jatuh kececer di jalanan," kisah Panda.
Panda pernah menyarankan agar Tjahjo Kumolo untuk mundur, tetapi yang bersangkutan tetap keukeuh lantaran tak enak dengan Ketum PDI Perjuangan Megawati.
"Kau kan punya harga diri kehormatan, Tjahjo bilang saya menghormati ke Bu Mega. Itu menteri yang pak Jokowi tak berkenan. Kau bisa bayangkan daya tahan Jokowi ke Tjahjo. Hingga wafat tidak akur dengan Jokowi," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
Jangan Asal Nyaman, Ini 7 Sepatu Lari yang Direkomendasikan untuk Cegah Cedera
-
Tabungan Pesirah BSB: Ketika Nilai Simpanan Bertemu Peluang Raih Mobil dan Kemudahan Transaksi
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Jatuh di Sekadau, Ini 11 Jam Krusialnya
-
Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026
-
Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!
-
Kali Kedua ke Tanah Air, Aaron Ramsey Takjub dengan Gairah Sepak Bola Indonesia
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas