News / Nasional
Jum'at, 05 Juni 2026 | 07:30 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom]
Baca 10 detik
  • Istana Kepresidenan menegaskan bahwa tidak ada rencana perombakan kabinet dalam waktu dekat, termasuk isu pergantian Menteri Keuangan.
  • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantah kabar pengunduran diri maupun pencopotan jabatan Purbaya Yudhi Sadewa pada Kamis (4/6/2026).
  • Pemerintah saat ini memprioritaskan penguatan koordinasi antarotoritas ekonomi untuk menjaga stabilitas nasional dibandingkan melakukan perombakan jajaran menteri.

Suara.com - Istana Kepresidenan membantah kabar yang menyebut Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat, termasuk isu pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang sempat beredar pada Kamis (4/6/2026).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan hingga saat ini tidak ada agenda perombakan kabinet.

"Belum ada, belum ada reshuffle," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.

Prasetyo juga membantah isu yang menyebut Purbaya akan dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan maupun kabar bahwa yang bersangkutan memilih mengundurkan diri.

Menurutnya, pemerintah tidak memiliki rencana melakukan pergantian di kursi bendahara negara.

"Enggak ada, enggak ada. Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau juga kan tidak ada, tidak ada rencana pergantian," ujar Prasetyo.

Potret Kabinet Merah Putih (menpan.go.id)

Sebelumnya, beredar informasi bahwa posisi Purbaya sebagai Menteri Keuangan akan diganti. Rumor tersebut bahkan menyebut pergantian terjadi karena Purbaya memilih mundur dari kabinet.

Namun, Purbaya telah lebih dulu membantah kabar tersebut dan menyebut informasi yang beredar tidak benar.

Prasetyo menegaskan fokus pemerintah saat ini bukan pergantian pejabat, melainkan memperkuat koordinasi antarotoritas ekonomi untuk menjaga stabilitas nasional.

Baca Juga: Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN

Menurut dia, sinergi antarlembaga menjadi hal yang lebih dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi saat ini.

"Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling apa namanya koordinasi yang erat, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi," kata Prasetyo.

Ia memastikan pemerintah tetap fokus menjalankan agenda ekonomi dan memperkuat kerja sama antar kementerian, lembaga, serta otoritas keuangan.

Load More