/
Minggu, 29 Januari 2023 | 08:24 WIB
Bus Arema FC dilempar batu usai pertandingan melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Kamis (26/1/2023). ([Twitter])

Insiden pelemparan bus Persis Solo oleh oknum suporter Persita Tangerang di kawasan Kelapa Dua, Tangerang, Sabtu (28/1/2023) petang terus menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Sebelumnya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyentil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas insiden yang terjadi. 

Menurutnya, aksi anarkasi oknum suporter itu buntut dari tidak tegasnya tindakan terhadap pelaku tragedi Stadion Kanjuruhan, beberapa bulan yang lalu.

"Mohon ijin pak kapolri @ListyoSigitP. Mohon maaf jika saya lancang dan tidak sopan. Kejadian pelemparan terhadap bus pemain @persisofficial akan terus terjadi. Ini merupakan rangkaian dari tidak adanya tindakan tegas terhadap pelaku kerusuhan di Kanjuruhan," tulis Gibran di akun Twitter resmi pribadinya @gibran_tweet.

Cuitan itu ternyata mendapat respon beragam dari warganet, termasuk pemilik akun @librazoo.

"Mboten lancang mas wali, ancene bener, polisi senengane nyepelekke koyo wong wedok saiki (Bukan lancang Mas Wali, memang benar polisi sukanya menyepelekan seperti perempuan sekarang)," balas akun tersebut.

Tak disangka, cuitan itu mendapat balasan menohok dari Gibran Rakabuming Raka.

Gibran membalas dengan sebuah gambar kartun yang bertuliskan "Tak Sanggup Melihat Fakta Seterang Ini"," balas Gibran.

Gibran memaparkan, insiden pelemparan bus tim Laskar Sambernyawa itu juga menjadi somyal penting penanganan hukum dalam kasus tragedi Stadion Kanjuruhan.

Baca Juga: 4 Alasan Kamu Harus Nonton Drama Korea Missing: The Other Side 2, Penuh Kisah Haru!

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal serupa yang menimpa rombongan klub lain.

"Kalau di Malang tidak dihukum, maka yg lain tidak akan takut berbuat serupa. Ini akan terus terjadi selama tidak ada ketegasan terhadap suporter," cuitnya.

Insinden pelemparan bus itu sejatinya cukup mengejutkan dan tidak pernah terbayangkan oleh kedua kesebelasan.

Mengingat kelompok suporter Persita Tangerang maupun Persis Solo selama ini tidak ada gesekan alias berjalan kondusif.

Load More