Suara Joglo - Klub Singo Edan Arema FC kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Klub yang memiliki sejarah panjang di kompetisi sepak bola nasional itu kini sedang digoyang.
Ini terjadi setelah peristiwa kelam Tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 135 suporternya dan melukai ratusan orang lainnya usai laga panas derby Jatim melawan Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 silam.
Sejak saat itu Arema menerima sanksi berat. Sanksi dari PSSI, dari suporter, sanksi sosial antar suporter dan lain sebagainya. Di Malang sendiri, Arema FC juga menghadapi konflik internal sehingga berdampak pada eksistensi suporter.
Kabar terbaru melibatkan klub dan suporternya. Saat ini suporter Arema FC memang terbelah. Ada yang mendesak agar klub menarik diri alias mundur dari kompetisi, namun ada juga yang meminta tetap bertahan.
Bahkan ada wacana pembubaran klub. Ini misalnya disampaikan Komisaris PT. Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia ( PT. AABBI) Tatang Dwi Arfianto setelah aksi unjuk rasa di Kantor Arema FC.
"Manajemen Arema FC akan pertimbangkan menempuh keputusan bubar jika memang dianggap tidak kondusif. Ini murni kasus pidana terhadap perusakan Kantor Arema FC tidak ada keterkaitan dengan insiden Kanjuruhan," ujarnya.
Nah, berikut ini 4 peristiwa di tengah kontroversi bubar atau tidak bubar Arema FC:
1. Peristiwa hukum akibat tragedi kanjuruhan
Bisa dilongok ke belakang. Asal muasal polemik di internal Arema FC ini berakar dari Tragedi Kanjuruhan Malang yang saat ini proses hukumnya sedang berjalan. Lima orang telah menjalani persidangan sebagai terdakwa.
Baca Juga: Bukan AHY, Anies Baswedan Bisa Menang Jadi Next Jokowi Jika Duet dengan Sosok Ini
Polisi sebenarnya menetapkan enam tersangka dalam kasus itu. Namun satu orang berkasnya dinyatakan belum lengkap, sehingga hanya lima yang menjalani persidangan. Para terdakwa ini, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya beberapa waktu lalu, dijerat dengan pasal kelalaian, yakni Pasal 359 KHUP dengan tuntutan hukuman penjara lima tahun.
Di sisi lain, para pendukung Arema FC ini meminta agar klub mundur dari kompetisi sampai kondisi kondusif. Ada beberapa tuntutan sebenarnya yang diminta oleh sekelompok suporter yang belakangan melabeli dirinya sebagai Arek Malang Bersikap itu.
2. Aksi Arek Malang Bersikap
Lantaran semua kasus itu, kemudian muncul gerakan Arek Malang Bersikap yang menggelar sejumlah aksi di Kota Malang. Mereka merespons pilihan klub yang tetap ikut berlaga dalam lanjutan kompetisi Liga Indonesia ini.
Mereka meneriakan sejumlah tuntutan kepada manajemen klub. Dalam puncak aksi yang berujung ricuh pada Minggu, 29 Januari 2023 kemarin, sedikitnya ada tiga tuntutan yang mereka sampaikan. pertama, Menuntut AREMA FC (PT AABBI) selaku klub yang Amoral untuk mundur dari kompetisi.
Kedua, mereka menolak segala aktifitas PT AABBI (AREMA FC) sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam tragedi Kanjuruhan di Malang Raya. Kemudian, mereka juga mendesak PT ABBI (Arema FC) sebagai subjek hukum (korporasi) untuk Ikut berpartisipasi aktif dalam upaya #USUTTUNTAS Tragedi Kanjuruhan serta kooperatif dalam proses hukum yang berjalan.
Berita Terkait
-
Arema FC Terancam Bubar dan Terbelahnya Suporter: Arek Malang Bersikap vs Aremania Pro Manajemen
-
Ini Peran 7 Arek Malang Bersikap Tersangka Demo Merusak Kantor Arema FC
-
Terbelah! Arek Malang Bersikap vs Aremania Pro Manajemen, Akankah Arema FC Tamat?
-
6 Sanksi Menunggu Arema FC Andai Putuskan Bubar di Tengah Kompetisi BRI Liga 1 2022-2023
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan