Suara Joglo - Belakangan ini nama Wagner Group menjadi sorotan publik dunia. Ini terkait keterlibatannya dalam perang di Ukraina. Wagner Group merupakan kontraktor perang asal Rusia.
Perusahaan ini berisi para kombatan perang, eks pasukan khusus Rusia, dan para narapidana yang dipekerjakan menjadi pasukan perang. Sepak terjang Wagner ini tidak asing lagi di sejumlah negara konflik.
Wagner pernah terlibat dalam sejumlah operasi perang, termasuk di Ukraina. Wagner dikenal brutal saat perang. Mereka tak segan-segan mengeksekusi dengan kejam para tahananannya.
Di Rusia ada Wagner, lalu bagaimana dengan Amerika? Jejak Amerika di konflik berdarah sejumlah negara juga tidak kecil. Mereka terlibat perang di Irak, Iran, Afghanistan.
Amerika juga memiliki kontraktor perang besar, bernama Blackwater. Kontraktor perang itu berisi para pensiunan tentara dan sudah teruji dalam berbagai misi. Aksi mereka juga dikenal kejam ketika berada di meda perang.
Untuk mengenal siapa paling brutal, berikut ini sepak terjak kebrutalan Wagner dan Blackwater, seperti dikutip dari berbagai sumber:
Wagner Group
Sebuah video brutal eksekusi sejumlah pembangkan di Ukraina beberapa waktu lalu viral di media sosial. Belakangan terungkap kalau video tersebut merupakan ulah Wagner Group.
Menanggapi video itu, Bos Wagner Yevgeny Prigozhin hanya mengatakan prajuritnya tengah bersenang-senang. Rusia mengirim tentara Wagner sebulan setelah invasi. Pengamat dari lembaga think tank AS Atlantic Council, Sean McFate, mengatakan tujuan pasukan bayaran itu untuk menciptakan ketakutan.
Baca Juga: Profil Asri Akbar, Eks Persija Jakarta Kini Main Tarkam akibat Liga 2 Mandek
"[Tujuan mereka] menyebabkan kekacauan, menimbulkan ketakutan, tak mengkhawatirkan kerusakan tambahan atau hak asasi manusia, menjadi sebrutal yang diperlukan, dan menjadi pandai dan licik sesuai kebutuhan", kata McFate, seperti dikutip iNews.
Beberapa bulan lalu, Wagner juga merekrut narapidana untuk membantu pasukan Rusia di Ukraina. Wagner didirikan mantan tentara Rusia Dmitry Utkin sebagai organisasi militer swasta pada 2014.
Di 2014 pula, Wagner pertama kali menampakkan keberadaan mereka saat Rusia mencaplok Crimea. Tentara bayaran ini juga disebut terlibat dalam upaya separatisme di Luhansk dan Donetsk agar berpisah dari Ukraina.
Tak hanya itu, mereka dilaporkan terlibat dalam pertempuran brutal di berbagai negara seperti Libya, Suriah, Mali, hingga Afrika Tengah.
Pada perang di Ukraina, Wagner Group kini dipimpin oleh pentolan yang tak kalah brutal, Yevgeny Prigozhin, yang merupakan salah satu kroni Presiden Vladimir Putin.
Blackwater
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'