Sikap Novel Bamukmin yang menolak keikutsertaan Israel di ajang Piala Dunia U-20 berakhir antiklimaks usai dikuliti pemerhati sepak bola Akmal Marhali.
Dikutip dari talkshow bertajuk Catatan Demokrasi yang disiarkan TV One, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin yang dihadirkan sebagai salah satu tamu memberi pernyataan terkait isu penolakan Israel di ajang Piala Dunia U-20.
Ia secara tegas mendukung sikap sejumlah pihak yang menolak kedatangan Israel di ajang Piala Dunia U-20. Menurutnya ini tentang kemanusiaan terutama nasib umat Islam di Palestina.
Ia menyebut bila mempersilahkan kehadiran Israel berarti sama saja mendukung aksi-aksi keji Israel selama ini di tanah Palestina.
"Mendatangkan timnas Israel sangat berbahaya, gelaran ini bisa digelar tapi ada pengecualian Israel ga ikut berlaga di Indonesia. Mendatangkan Israel sama saja mendukung tindakan pembunuhan yang dilakukan Israel di Palestina, ini sangat berbahaya. Ini soal rasa kemanusiaan bukan agama," ungkapnya seperti dikutip dari channel YouTube tvOneNews, Rabu (29/3/2023).
Merespon hal itu pemerhati sepak bola Akmal Marhali membeberkan sejumlah fakta mengenai kehadiran Israel di tanah air yang tak seramai menyikapi timnasnya di Piala Dunia U-20. Penjelasan itupun membuat Bamukmin akhirnya kicep alias tak mampu berkata-kata.
"Sepak bola punya aturan sendiri yang namanya law of the game, kemudian kalo pak Novel Bamukmin belum ngeh adanya atlet asal Israel yang berlaga di Indonesia, wong baru kemarin Februari itu ada kok atlet michael yakovlev di velodrome. Kemudian Januari ada atlet menembak dari Israel, kemudian ada juga di panjat tebing," ungkapnya.
Tak cuma itu, Akmal juga menjelaskan seharusnya Indonesia bersikap kala menggelar Inter Parliamentary Union di Bali yang dimulai 20 Maret lalu.
"Harusnya kalau mau bersikap politik soal penoalakn Israel lebih tepatnya di Inter Parliamentary Union pada 20 Maret kemaren. Di sana itu yang paling pas bukan di sepak bola," terangnya.
Baca Juga: Gibran Kepalkan Tangan hingga Pakai Jaket Piala Dunia U-20 Saat Dinas, Psywar ke Ganjar Pranowo?
Lebih jauh ia juga menyebut bahwa dipandang dari sisi agama, Palestina menunjuk pelatih asal Israel untuk timnasnya. Sebaliknya di timnas Israel punya pemain yang beragama Islam.
"Pelatih Palestina itu orang Israel, kemudian pemain Israel itu ada orang Islam bahkan striker Israel Ahmad Salman itu orang Islam kalau cetak gol itu sujud syukur, Bahkan kaptennya juga orang Islam artinya ada saudara-saudara kita orang Islam di sana ini kalau konteksnya berbicara soal agama," ungkapnya.
"Kita ini kerap memanasi tapi tidak ada tindakan sama sekali. Janganlah kebencian terhadap suatu kaum membuatmu jadi tidak adil," tukas Akmal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
5 Lipstick dengan Kandungan Hyaluronic Acid untuk Bibir Anti Kering
-
Curhat Ole Romeny: Merasa Bebas di Timnas Indonesia Dibanding Klub
-
Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia
-
Harga Pertamax Nyaris Rp 17.000, Pertamina Anggap Sudah Wajar
-
Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan
-
Giorgio Antonio Bukan CEO Global Loyalty Indonesia, Perusahaan Beri Klarifikasi Resmi
-
Banjir Informasi, Krisis Pemaknaan: Potret Manusia Modern Hari Ini
-
Mata-matai Timnas Indonesia di GBK, Pelatih Vietnam 'Digocek' John Herdman
-
Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Menang Beruntun Lawan Oman dan Mozambik, Rekor Terbaik 2 Dekade
-
BI Rate Naik Mendadak, Pertanda Apa untuk Ekonomi Indonesia?