Irjen Pol Krishna Murti turut menyorot saat Rafael Alun Trisambodo melakoni wawancara terkait perilaku anaknya Mario Dandy yang menganiaya David. Rafael menyebut bahwa ulah anaknya itu adalah kenakalan remaja biasa.
Melalui unggahan potongan video yang diunggah di akun instagramnya, Rafael Alun Trisambodo sempat membantah saat anaknya disebut sebagai sosok problematik.
Menurut eks pejabat Ditjen Pajak itu apa yang dilakukan anaknya itu adalah kenakalan remaja biasa cuma kebetulan di luar batas.
"Kalau dibilang problematik itu tidak karena yang dilakukan adalah kenakalan remaja, cuma kebetulan yang dilakukan ini di luar batas sehingga masyarakat melihatnya di luar batas," ungkap Rafael saat diwawancara salah satu stasiun televisi swasta.
Pernyataan Rafael itupun menuai sorotan dari Irjen Pol Krishna Murti. Ia menyebut komunikasi Rafael sangat halus tapi manupulatif.
Ia menilai menurut pengalamannya sebagai penyidik, sangat bisa dibedakan antara kenakalan remaja, perkelahian atau penganiayaan.
"Dia mau di wwcr media, berarti siap di komen. Tutur katanya halus tapi penuh dg manipulasi. Cuih cuaks..," tulis perwira polisi yang menjabat sebagai Kadivhubinter.
"Selama ini medsos saya jarang menanggapi issue kasus yg bergulir. Tapi lihat video ini, saya meyakini bahwa komentar bapak ini diluar batas nalar saya. Saya pernah menjadi penyidik, sangat bisa membedakan mana perkelahian mana kenakalan remaja dan mana penganiayaan," terangnya.
Lebih jauh, sosok yang kondang saat menumpas teroris Thamrin itu menyebut sikap Rafael itu sangat tak manusiawi. Ia kehilahanga nuraninya.
Baca Juga: Mario Dandy Sengaja Sebar Video Penganiayaan Terhadap David, Alasannya Kebanggaan Diri
"Anda ini sptnya sdh rusak indikator nurani sosial..Ya Allah ampuni dosa kami, semoga kelak anak2 saya bisa menjadi makhluk yg membawa kebaikan kepada bumi, langit dan sesamanya," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Apa Itu Nyadran Jelang Ramadan? Ini Sejarah dan Tata Cara Pelaksanaannya
-
Statistik Spesial! Justin Hubner Masuk 3 Besar Bek U-23 dengan Tekel Terbanyak di Eropa
-
Rekomendasi TWS Murah untuk Pelajar: Harga Seratus Ribuan Suara Mewah
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual di X, Mengapa Harus Berpihak pada Korban?
-
Menaker Sambangi PT Bukit Asam, Tegaskan Pentingnya SDM Unggul dan Keselamatan Kerja
-
Semen Baturaja Buka Suara soal Penetapan Tersangka oleh Kejati Sumsel, Tegaskan Komitmen GCG
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Kansas City Diserbu 650 Ribu Fans Piala Dunia 2026, Pemkot Gratiskan Alat Transportasi Publik
-
Mencekam! 9 Fakta Bus Terjun ke Sungai di Tanggamus Saat Lewati Jembatan Gantung
-
Pemprov Sumbar Bongkar Bangunan Langgar RTRW di Batang Anai, Eksekusi Mulai 16 Februari