Korban penganiayaan hingga koma, David Ozora dikabarkan sudah siuman. Anak dari Jonathan Latumahina, petinggi Pengurus Pusat GP Ansor ini mengalami kondisi yang memprihatinkan hingga terancam tak bisa sekolah.
Melansir Instagram @nyinyir_update_official, Selasa (4/4/2023) David Ozora mengalami putus saraf. Hal itu yang menyebabkan David tak bisa melanjutkan sekolah untuk beberapa waktu ke depan.
"Jadi benar dia tidak bisa sekolah lagi sapai batas waktu yang kita tidak tahu," katanya.
Jonathan menjelaskan, melalui keterangan dokter yang mendampingi David Ozora, butuh sekitar satu tahun pemulihan hingga dirinya bisa beraktivitas normal.
Di sisi lain, David sendiri harus menjalani terapi ketat. Ia masih harus dirawat di ruang ICU.
"Terapi yang dilakukan saat ini juga sangat ketat, David harus tetap dirawat di ICU," terang dia.
Di tengah proses pemulihan yang dijalani David Ozora, laki-laki 15 tahun ini sempat mengalami panas tinggi. Bahkan Jonathan menyebutkan seperti orang meninggal tapi masih bisa bernapas.
"Jumat kemarin dia sempat panas mencapai 38,4 derajat. Kondisi ini biasa dialami pasien yang mengalami diffuse axonal injury," ungkap dia.
Kondisi itu juga membuat David Ozora berada di tingkat kesadaran level 3 dari skala orang sadar rata-rata 15. Hal ini yang membuat kondisi David tak sadarkan diri dalam perawatannya.
Baca Juga: Kuasa Hukum David Ozora Ungkap Kondisi Kliennya: Seperti Anak 5-6 Tahun
"Kalau orang sadar itu skalanyya 15. David masuk di skala 3, artinya, glasgow coma scale ini parameternya ada tiga. Pertama ada respon penglihatan, kedua respon mendengar dan ketiga respon gerak," kata Jonathan.
David berada di skala 3 yang artinya setiap parameter itu mendapat skala 1. Hal itulah yang menyebabkan kondisi David seperti orang meninggal tapi masih bernapas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan