Umat muslim di Indonesia memiliki tradisi yang unik saat merayakan hari raya Idul Fitri. Salah satunya adalah bagi-bagi parsel lebaran.
Pengamat budaya dari Universitas Indonesia Prof. Dr. Agus Aris Munandar, M.Hum mengungkapkan bahwa tradisi berkirim parsel sudah ada sejak lama, tidak lepas dari kebudayaan Indonesia di masa lampau.
“Tradisi memberi sesuatu bermula dari persembahan kepada Adikodrati (religi prasejarah),” kata Agus dikutip dari ANTARA pada Jumat (21/4/2023).
Menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, masyarakat Indonesia tidak asing dengan tradisi berkirim parsel. Parsel Lebaran biasanya berisi berbagai macam makanan atau barang rumah tangga yang dikemas menarik untuk dikirim ke keluarga, kolega bisnis dan orang terdekat lainnya.
Beberapa tahun belakangan ini, istilah hampers lebih sering digunakan dan memiliki padanan yang mirip, yaitu bingkisan yang berisi berbagai hadiah.
Agus menjelaskan kelompok masyarakat Indonesia pada masa prasejarah memiliki budaya yang sederhana, cara berpikir individu-individu di dalamnya tidak atau belum terlepas dari alam Adikodrati dan segala bentuk kekuatan Ilahi. Kekuasaan tertinggi terletak pada Adikodrati, yang dianggap sebagai pengatur jalannya kehidupan.
Oleh karena itu, masyarakat pada zaman itu selalu bersikap hormat untuk menjaga keselarasan kehidupan melalui sikap bijaksana dan religius. Sikap religius itu diwujudkan dalam bentuk konsep pemberian dalam masyarakat, misalnya dana religi atau uang yang sengaja disisihkan untuk kegiatan keagamaan, sumbangan upacara keagamaan, sedekah, dan hadiah.
Seiring berjalannya waktu, konsep pemberian dalam masyarakat semakin berkembang ke arah sisi sosial. Pada bagian itu, konsep pemberian memiliki beberapa bentuk, yaitu upeti atau pajak (bersifat wajib dan digunakan untuk kepentingan bersama), potlatch (upacara pemberian hadiah), penghargaan hingga oleh-oleh.
“(Tradisi memberi sesuatu) kemudian berkembang dengan bermacam fungsinya kepada sesama manusia, terutama dalam pergaulan sosial,” ujar Agus.
Baca Juga: Mudik ke Solo, Presiden Jokowi Bagi-bagi Sembako dan Uang ke Buruh Gendong di Pasar Legi
Pemberian parsel sebagai tradisi di Indonesia menjadi penting, terutama karena fungsi sosial di dalamnya. Agus menjelaskan hamper digunakan sebagai tanda keakraban, persaudaraan, mempererat tali silaturahmi, dan lainnya.
Seiring berjalannya waktu, tradisi berkirim parsel menjadi suatu hal yang wajar diberikan oleh siapa pun, terutama saat hari spesial seperti Lebaran. Biasanya, pemberian parsel dilengkapi dengan kartu ucapan untuk menyampaikan maksud pengirimannya agar memberikan kesan yang lebih personal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
-
Sekolah Baru 3 Tahun Bikin Kejutan, 5 Siswanya Raih Beasiswa Paling Bergengsi di RI
-
Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan
-
Siap-siap Transisi LPG ke CNG! Ini 4 Pilihan Kompor 2 Tungku yang Awet dan Aman
-
Tablet 5G Harga Rp4 Jutaan, Acer Iconia iM11 Sajikan Layar 2K dan MediaTek 8791
-
Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM
-
Baim Wong Ungkap Tantangan Satukan Aktor Besar di Film Semua Akan Baik-Baik Saja
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban