/
Sabtu, 22 April 2023 | 11:52 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri resmi menunjuk Ganjar Pranowo sebagai capres dari PDIP pada Jumat (21/4/2023). ((Foto dok. PDIP))

Tak ada satu pun partai atau politikus yang tidak ingin memenangi pertarungan politik elektoral. Oleh karena itu, mereka selalu mengatur strategi agar sosok yang didukung memiliki peluang terbesar memenangkan pertarungan.

PDIP sebagai satu-satunya partai yang bisa mengusung calon sendiri selama ini percaya diri sehingga terkesan, ada atau tidak partai lain yang bergabung, partai ini bakal mampu mengantarkan calonnya sebagai presiden.

Berdasarkan hasil survei berbagai lembaga riset politik, partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini sering menempati posisi teratas1, dengan raihan lebih dari 20 persen suara.

Kendati demikian, dengan perolehan seperti itu, partai ini tetap harus menjalin koalisi dengan partai-partai lain, terutama sebelum pilpres berlangsung.

Prabowo

Dengan munculnya Ganjar sebagai bacapres maka saat ini--dari tiga tokoh yang paling populer-- tinggal Prabowo Subianto yang belum secara resmi diusung jadi bacapres.

Sebelum muncul embrio koalisi lima partai, Gerindra dan PKB sudah membentuk koalisi agar bisa mengusung bacapres. Namun, belakangan muncul embrio koalisi lima partai bersama Golkar, PAN, dan PPP.

Gerindra yang jauh hari sudah memutuskan bakal mengusung Prabowo sebagai bacapres tidak bisa berjalan sendiri. Partai ini harus menggandeng partai lain agar lolos dari presidential threshold.

Pertanyaannya, partai manakah yang akan bergabung dengan Gerindra mengusung Prabowo?

Baca Juga: Gelar Reuni Teman Semasa Sekolah? Simak 4 Tips Ini!

Koalisi Gerindra-PKB, koalisi Golkar, PAN, dan PPP, bahkan koalisi embrional lima partai tersebut, dirasa masih terlalu cair karena masih banyak hal yang harus disepakati. Selama ini bagi-bagi kekuasaan selalu menjadi poin paling menentukan bagaimana koalisi tersebut terbentuk.

Sisa waktu 10 bulan, berbagai kemungkinan masih dapat terjadi. Bisa jadi pula kelak pada putaran pertama ada empat pasangan, yakni Ganjar diusung PDIP, NasDem, PKS, Demokrat usung Anies Baswedan, Gerindra-PKB calonkan Prabowo, dan Golkar, PAN, dan PPP usung pasangan sendiri.

Meski demikian, bila Golkar, PAN, dan PPP tetap solid dan akan melanjutkan koalisi, pilihan untuk mengusung calon sendiri sungguh tidak mudah.

Selama ini, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dijagokan kadernya untuk maju dalam Pemilu Presiden 2024. Namun, melihat hasil survei dari berbagai lembaga riset politik, butuh kerja ekstra-keras untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya.

Oleh karena itu, koalisi tiga partai tersebut tampaknya bisa berubah setelah PDIP menetapkan Ganjar sebagai bacapres.

Apapun, partai akan memilih pasangan yang memiliki peluang menang lebih besar pada Pemilu Presiden 2024. [ANTARA]

Load More