Tak ada satu pun partai atau politikus yang tidak ingin memenangi pertarungan politik elektoral. Oleh karena itu, mereka selalu mengatur strategi agar sosok yang didukung memiliki peluang terbesar memenangkan pertarungan.
PDIP sebagai satu-satunya partai yang bisa mengusung calon sendiri selama ini percaya diri sehingga terkesan, ada atau tidak partai lain yang bergabung, partai ini bakal mampu mengantarkan calonnya sebagai presiden.
Berdasarkan hasil survei berbagai lembaga riset politik, partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini sering menempati posisi teratas1, dengan raihan lebih dari 20 persen suara.
Kendati demikian, dengan perolehan seperti itu, partai ini tetap harus menjalin koalisi dengan partai-partai lain, terutama sebelum pilpres berlangsung.
Prabowo
Dengan munculnya Ganjar sebagai bacapres maka saat ini--dari tiga tokoh yang paling populer-- tinggal Prabowo Subianto yang belum secara resmi diusung jadi bacapres.
Sebelum muncul embrio koalisi lima partai, Gerindra dan PKB sudah membentuk koalisi agar bisa mengusung bacapres. Namun, belakangan muncul embrio koalisi lima partai bersama Golkar, PAN, dan PPP.
Gerindra yang jauh hari sudah memutuskan bakal mengusung Prabowo sebagai bacapres tidak bisa berjalan sendiri. Partai ini harus menggandeng partai lain agar lolos dari presidential threshold.
Pertanyaannya, partai manakah yang akan bergabung dengan Gerindra mengusung Prabowo?
Baca Juga: Gelar Reuni Teman Semasa Sekolah? Simak 4 Tips Ini!
Koalisi Gerindra-PKB, koalisi Golkar, PAN, dan PPP, bahkan koalisi embrional lima partai tersebut, dirasa masih terlalu cair karena masih banyak hal yang harus disepakati. Selama ini bagi-bagi kekuasaan selalu menjadi poin paling menentukan bagaimana koalisi tersebut terbentuk.
Sisa waktu 10 bulan, berbagai kemungkinan masih dapat terjadi. Bisa jadi pula kelak pada putaran pertama ada empat pasangan, yakni Ganjar diusung PDIP, NasDem, PKS, Demokrat usung Anies Baswedan, Gerindra-PKB calonkan Prabowo, dan Golkar, PAN, dan PPP usung pasangan sendiri.
Meski demikian, bila Golkar, PAN, dan PPP tetap solid dan akan melanjutkan koalisi, pilihan untuk mengusung calon sendiri sungguh tidak mudah.
Selama ini, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dijagokan kadernya untuk maju dalam Pemilu Presiden 2024. Namun, melihat hasil survei dari berbagai lembaga riset politik, butuh kerja ekstra-keras untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya.
Oleh karena itu, koalisi tiga partai tersebut tampaknya bisa berubah setelah PDIP menetapkan Ganjar sebagai bacapres.
Apapun, partai akan memilih pasangan yang memiliki peluang menang lebih besar pada Pemilu Presiden 2024. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Xi Jinping Blak-blakan Soal Ancaman Perang AS-China Trump Diam 1000 Bahasa
-
BTS Hingga Madonna Siap Perform di Final Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan Panggung Spektakuler
-
Manchester United Disebut Berencana Permanenkan Michael Carrick
-
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Kampus Apa? Dapat Beasiswa, Bisa Kuliah dari Penjara
-
Motorola Razr Fold FIFA World Cup 26 Edition Rilis di Asia, Ada Logo Emas 24 Karat
-
Persib Bandung Didenda Rp3,5 Miliar dan Disanksi AFC usai Kerusuhan di ACL 2
-
Amerika Siap-siap Macet Parah di Piala Dunia 2026 karena Ini
-
Tak Cukup Minta Maaf usai Merokok dan Main Gim saat Rapat, Anggota DPRD Jember Harus Diberi Sanksi
-
Dari Drakor ke Seoul, Wujudkan Liburan Impian di Korea Hybrid Travel Fair 2026
-
Tuntutan 18 Tahun Nadiem: Angka Keadilan atau Pesan Politik yang Brutal?