/
Minggu, 23 April 2023 | 09:26 WIB
Anies Baswedan saat berada di Ponorogo Jawa Timur (Beritajatim)

Beberapa waktu lalu pengamat politik Burhanuddin Muhtadi membongkar Anies Baswedan yang ternyata salah satu sosok di balik lembaga survei terkemuka di Indonesia. 

Mulanya Burhanuddin Muhtadi menyoroti soal survei yang digelar oleh Indonesia Lawyer Club yang menempatkan Anies Baswedan sebagai capres pilihan publik berdasarkan fitur poll di twitter. 

Anies mendapatkan suara sebesar 65 persen mengalahkan Prabowo Subianto yang mendapat 19 persen serta Ganjar Pranowo yang hanya mendapat 16 persen. 

Menyoroti hal itu, peneliti jebolan Australia National University tersebut membeberkan fakta bahwa survei tersebut bisa jadi kurang akurat. Hal itu mengingat seperti ketika dua stasiun televisi membuat survei jelang Pilpres 2004 yang menyebut Amien Rais berpeluang menang. Tetapi nyatanya kalah akurat dibanding survei @LSI_Lembaga yang sampelnya hanya 2000 responden.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa Amien Rais merupakan salah satu tokoh politik yang percaya survei. 

"Tapi Pak Amien Rais sangat percaya survei. Dulu di PAN kami sering diminta survei dapil. Pas putranya maju sbg calon walikota Yogya, Pak Amien minta tim real count tdk melanjutkan perhitungannya karena quick count kami menunjukkan kemenangan lawan. Maklum dia PhD dr Chicago Uni," katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa saat ini banyak elite politik yang sudah percaya survei. Bahkan ia membongkar bahwa mereka yang tak percaya survei yang kini mendukung Anies perlu mengetahui bahwa capres yang mereka dukung dulu merupakan direktur riset di lembaga survei terkemuka di Indonesia.

"Secara umum para elite politik sdh “beriman” dg survei, terutama setelah QC pilpres 2004. Hanya sebagian “kecil” netizen, utk tdk menyebut buzzer, yg tidak percaya survei. Mereka yg gugat tdk tahu aja capres mereka Anies Baswedan itu eks Direktur Riset @LSI_Lembaga. Google aja," tandasnya.

Baca Juga: Tirakat Anies Baswedan Sejak Awal Ramadan Lalu Berakhir di Tegalsari Ponorogo

Load More