Suara Joglo - Ketegangan konflik Israel-Palestina diperkirakan sudah memuncak dalam beberapa hari belakangan ini. Ratusan orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka akibat perang berkepanjangan itu.
Dalam beberapa waktu belakangan, serentetan kerusuhan perang terjadi di Jalur Gaza, Yerusalem Timur, dan sepanjang garis perbatasan antara Israel, Lebanon dan Suriah. Situasi rumit itu mencapai puncak ketegangan.
Hal itu seperti disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Selasa (25/04/2023). Lavrov menyampaikan pernyataan tersebut pada pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terkait situasi di Timur Tengah.
"Sejumlah peristiwa di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan sepanjang garis perbatasan antara Israel, Lebanon, dan Suriah telah meningkatkan ketegangan ke titik yang sangat berbahaya," katanya dikutip dari ANTARA, Rabu (26/04/2023).
"Sejak awal tahun, akibat penggerebekan militer di Jenin, Jericho, Nablus, Huwara, serta sejumlah bentrokan terkait pelanggaran status tempat-tempat suci, lebih dari seratus warga Palestina tewas dan ribuan lainnya luka-luka. Jumlah korban di kalangan warga Israel juga terus bertambah," lanjutnya.
Menurut Lavrov, situasi tersebut kian diperparah oleh serangan Israel ke Suriah, termasuk pengepungan yang terjadi di sejumlah bandara di Aleppo yang digunakan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan kepada para korban gempa bumi yang terjadi pada Februari lalu.
"Jumlah insiden di Garis Biru (zona demarkasi Lebanon-Israel), termasuk serangan rudal terbesar sejak 2006, telah meningkat," kata Lavrov.
Dia juga memperingatkan agar semua pihak tidak menutup mata atas adanya radikalisasi di Palestina dan perpecahan yang semakin dalam di antara pihak-pihak utama di negara tersebut, yang kemudian berpotensi pecah menjadi bentrokan.
"Mustahil untuk mengabaikan cepatnya pembangunan permukiman oleh Israel yang dilakukan melalui legalisasi sejumlah pos pantau, perampasan tanah, perusakan rumah, serta penangkapan sewenang-wenang," kata Lavrov mengingatkan.
Baca Juga: Enea Bastianini akan Jalani Tes Medis Jelang MotoGP Spanyol
Berita Terkait
-
Konflik Berdarah Di Sudan, WHO Catat 459 Orang Tewas Dan 4.072 Luka-luka
-
Pemudik Naik Kapal Perang dari Surabaya
-
Ikatan Alumni Sudan Imbau Pemerintah Daerah Lebih Proaktif Terhadap Keberadaan Mahasiswa yang Siap Dievakuasi
-
Kuwait dan Mesir Gelar Operasi Penyelamatan untuk Warga Negara Masing-Masing yang Terjebak Perang Sudan
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung