Kepala Imigrasi Kelas I Bandung, Arief Hazairin Satoto, mengatakan bahwa pihaknya akan mempelajari lebih lanjut pelanggaran yang dilakukan oleh WNA Australia, Mchartur Brenton Craig Abas Abdullah.
Brenton yang sebelumnya menjadi tersangka telah melecehkan dengan meludahi imam masjid di Bandung
"Kami sudah menerima pelimpahan (kasus) dari kepolisian. Jadi perlu kita lakukan pendalaman lagi atas tindakan tersangka. Jika terbukti melanggar yang bersangkutan kita deportasi," ujar Arief, Kamis (4/5/2023).
Tindakan ini dilakukan setelah proses hukum di kepolisian dihentikan karena korban mencabut laporannya, namun tersangka tetap dianggap telah membuat keributan selama berada di Indonesia, terutama di Bandung, Jawa Barat.
Menurut Arief, Brenton yang mengaku sebagai mualaf, diduga melanggar Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, yaitu mengganggu ketertiban umum.
"Pihak Imigrasi akan memeriksa lagi pelanggarannya dan mengambil tindakan sesuai dengan hukum imigrasi," tegas dia.
Meskipun polisi telah memeriksa kasus ini, Imigrasi tetap memeriksa pelanggaran ketertiban umum, karena jika tersangka dideportasi, dia tidak akan dapat kembali ke Indonesia.
Arief menyatakan bahwa pendalaman akan dilakukan secepat mungkin. Paling tidak dapat diselesaikan pekan ini.
Kasus pelecehan terhadap imam masjid di Bandung ini viral di media sosial. Dari narasi yang beredar, Brenton terganggun dengan lantunan Al Quran yang diputar di speaker masjid.
Brenton mendatangi masjid dan berhadapan langsung dengan imam masjid setempat. Brenton langsung datang memaki dan meludahi imam masji karena kesal.
Viralnya video tersebut memberikan atensi terhadap Polrestabes Bandung. Pada Jumat (28/4/2023) malam, Brenton berhasil diamankan dan dijadikan tersangka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Gerard Pique Dihukum Larangan Dua Bulan usai Ribut dengan Wasit
-
Kulit Kombinasi Cocok Pakai Cushion Apa? Ini 5 Pilihan agar Makeup Rapi dan Tak Luntur
-
Bakal Ikuti Jejak Ramadhan Sananta, Kapten Persita Muhammad Toha Diincar Klub Liga Malaysia
-
Pertamina Patra Niaga Apresiasi Pengungkapan Penyelewengan BBM Bersubsidi
-
Al dan Mulan Jameela Sudah Coba Tahan Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Bertubi-tubi, Berakhir Gagal
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
4 Rekomendasi Double Sleeve Tee 100 Ribuan, Cocok untuk Hangout dan Konser!
-
Di Bawah Bendera Merah: Tentang Harga Diri dan Pahit Getir Kehidupan