Maraknya kasus penipuan online dengan modus menjual tiket konser Coldplay merugikan banyak pihak. Bahkan jumlah korban juga tak sedikit.
Hal itu mendapat tanggapan dari kepolisian. Pihaknya memeriksa promotor Coldplay dari PK Entertainment.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan menyebutkan ada dua orang yang dipanggil untuk diperiksa terkait maraknya penipuan online dengan menjual tiket konser Coldplay.
"Atas nama TH dan HS dari PK Entertainment yang diperiksa. Kita minta keterangan dari yang bersangkutan terlebih dahulu," ujar Ramadhan dikutip dari Suara.com, Jumat (26/5/2023).
Ia melanjutkan pemeriksaan dilakukan selama empat jam mulai pukul 20.00 - 00.00 WIB oleh Bareskrim Polri.
"Jadi kita tanyakan mulai dari perizinan, mekanisme penjualan tiket termasuk pengawasannya. Ada 21 pertanyaan yang diajukan," sebut dia.
Meski belum ada kesimpulan dari pemeriksaan pertama polisi menemukan ada dua orang lagi yang perlu diperiksa. Hal itu akan dilakukan lagi pada pekan depan terkait perizinan Coldplay untuk konser di Stadion GBK, Jakarta.
"Dua orang lagi kita akan periksa pada Senin depan terkait perizinan," ungkap Ramadhan.
Ramadhan juga menjelaskan akan memriksa pihak ketiga, yakni Loket.com yang rencananya dipanggil dalam waktu dekat.
Baca Juga: Disindir Gibran Bakal Bagikan Tiket Coldplay Gratis Jika Jadi Presiden, Cak Imin: Mainkan Mas!
Seperti diketahui, band yang berasal dari Inggris ini akan menggelar konser di Indonesia pada 15 November 2023 mendatang.
Tiket konser dijual secara online pada 17 dan 19 Mei kemarin. Tak butuh waktu satu jam, tiket langusng habis dalam beberapa menit saja.
Namun hal itu justru dimanfaatkan oknum lain yang mengaku masih menjual tiket tersebut. Mulai dari harga yang masih bisa dibilang terjangkau hingga dijual dengan harga yang diluar nalar.
Tetapi setelah korban mengirim uang, tiket tak kunjung diberikan dan nomor yang mengaku menjual tiket tersebut tak bisa lagi dihubungi.
Sedikitnya sudah ada dua orang tersangka yang berhasil diringkus aparat kepolisian dengan modus penipuan tiket konser Coldplay.
Tersangka sudah menipu sebanyak 60 korban, dengan keuntungan mencapai Rp257 juta.
Berita Terkait
-
Sandiaga Uno Ngaku Belum Dapat Tiket Nonton Coldplay, Bakal Lakukan Ini Bila Permintaannya Tak Dipenuhi Promotor
-
Mantan Putri Indonesia Kepri Lycie Joanna Diduga Jadi Calo Tiket Coldplay Minta Maaf
-
Erick Thohir Yakin War Tiket Timnas Indonesia Vs Argentina Lebih Seru Ketimbang Konser Coldplay, Ini Alasannya
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Indeks FTSE Russell Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market'
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Mahasiswa Dirikan Tenda di Komnas HAM, Soroti Lambannya Kasus Andrie Yunus
-
Bojan Hodak Puji Performa Teja Paku Alam, Lampaui Rekor Clean Sheet Andritany!
-
Proyeksi Pasar AHNWI Melejit 10 Persen, Prudential Bidik Orang Kaya RI
-
Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD
-
Air Bersih Berkelanjutan Jadi Kunci Hidup Sehat: Lebih Aman untuk Masa Depan
-
Program Beasiswa Kepri 2026 Resmi Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
-
BBM Bersubsidi Takkan Naik, Menkeu Purbaya Sebut Punya Bantalan Anggaran
-
Skandal Kemenaker, Bos Perusahaan Ngaku Setor Rp100 Juta Per Tahun Demi Sertifikat K3
-
Thailand Sudah Punya Agenda, Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Masih Misterius
-
Mengapa Perang Iran Membuat Harga Plastik Naik di Asia?